Ads Top

Wali Paidi 19 (emang enak jadi wali)

Mari kita mulai cerita ini dg bacaan Ummul kitab
Al fatihah……

Wali paidi pertama diberitahu oleh Nabiyullah Khidir kalau dia adalah wali pengganti, mengalami kekagetan yang lumayan menggoncangkan dirinya

sejak pengangkatan itu dirinya sering sakit, setiap bulan minim 2 kali wali paidi sakit, kadang tiba-tiba kepalanya pusing dan tubuhnya greges, ros-ros tulangnya serasa mau copot, dan setiap diobati penyakit itu tetap saja menghampiri dirinya, seakan obat-obatan tidak mempan melawan penyakitnya

akibatnya wali paidi sering tidak hadir diacara-acara yang biasa Ia hadiri, seperti ngopi bareng, remian, maleman, melek-an, sampai bolo-bolo meledeknya, seperti orang kere yang manja.....

wali paidi juga gak ngerti dengan keadaan tubuhnya yang tidak seperti biasanya ini, sampai akhirnya Nabi Khidir menemui dirinya lagi, Nabi Khidir datang dgengan bentuk seperti salesman, sales produk air mineral. Nabi Khidir menjelaskan kepada wali paidi:
 
" setiap wali menanggung bala' atau menjadi tameng setiap bala' anyg diturunkan oleh Allah kepada umatnya..."

setelah menaruh barang dagangannya, Nabi Khidir menjelaskan lagi:

" bala' yang turun ditanggung oleh para wali sesuai tingkatan masing-masing wali, semakin tinggi derajat wali semakin berat juga bala' yang ditanggungnya, dulu alm Habib Abu Bakar as Segaf ketika meninggal perutnya ketahuan bolong karena menanggung bala' umat yang dinaunginya, beliau adalah qutb, pemuka dan sultan para wali, sedang tanggungan bala' yang paling ringan adalah sakit kepala, awak greges seperti yang kamu alami itu...."

wali paidi manggut-manggut, dia jadi mengerti kalau dia adalah wali pemula, wali pengganti ( wali badal ) seperti pemain cadangan dalam sepakbola,

" matur suwun, maklum wali anyar-anyaran jadinya manja..." ucap wali paidi.

Nabi Khidir berkata lagi:
 
" bersikaplah biasa seperti orang yang tidak sakit, mereka para wali juga mengalaminya, tapi mereka menyembunyikannya...."

Nabi Khidir berdiri lalu beranjak pergi, baru berjalan beberapa langkah Nabi Khidir menoleh dan berkata lagi:
" oh ya, setiap ada orang yg memuji-mujimu, kamu juga akan merasakan sakit seperti itu...."

wali paidi terdiam, dia menyeruput kopinya lagi, dan mengambil satu batang rokok dan menyalakannya. Pas lagi enak-enaknya merokok tiba-tiba lewatlah Nabi Ilyas disamping wali paidi yang menyamar sebagai penjual gorengan

" memang enak jadi wali...hehehe..." kata Nabi Ilyas setengah berlari menyusul Nabi Khidir.......
Bersambung....
 
KNN
 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.