Ads Top

Wali Paidi 17 (kulit semangka)

alhamdulillah Wali Paidi kembali lagi. Alfatihah...

wali paidi duduk dengan tenang nyambi mengambil secangkir kopi yang ada disampingnya. Dengan perlahan dia melanjutkan menghisap rokok mastna wastulasta warruba ( dji sam soe ) nya....

Angin semilir menerpa wajahnya, Wali Paidi sedang berada diatas menara Masjid Kudus, Masjidnya Sunan Kudus. Setelah rokoknya habis, Wali Paidi membasahi mulutnya lagi dengan kopi seperti orang berkumur dan Wali Paidi mulai tawasulan. Ketika fatihah pertama dibaca, angin dengan sangat perlahan mulai berhenti, Wali Paidi mulai membaca wirid-wirid khusus amalan Thoriqoh yang dianutnya. Suasana jadi hening seakan bumi dan seluruh hawanya berhenti....

Sedikit demi sedikit sifat diri Wali Paidi mulai hilang berganti sifat mulia guru mursyidnya dan dengan perlahan sifat gurunya juga mulai hilang berganti sifat Ilahiyyah. Disini Wali Paidi merasakan ketenangan yang begitu luar biasa, seakan wali paidi berada didalam lautan yang begitu luas....

Sirr Wali Paidi keluar dari tubuhnya dan melayang - layang ke angkasa. Wali Paidi bisa melihat tubuhnya yang sedang duduk diatas menara....

Sirr Wali Paidi terus melayang mengitari kota Kudus dan mulai terdengarlah sebuah tangisan yang begitu menyayat hati. Sirr Wali Paidi mengikuti dari mana asal suara itu kemudian turun dan mendekati keranjang sampah. Ternyata dari situlah suara tangisan itu, dan  sirr Wali Paidi semakin mendekat, dan dilihatnya yang menangis itu adalah sebuah kulit semangka

" mengapa kamu menangis..." tanya sirr Wali Paidi

" aku sedih, ketika aku tumbuh besar dan terasa manis aku diambil oleh petani dan dijual. Aku begitu senang bisa membahagiakan para petani, tapi ketika mau dimakan aku ditinggalkan dan dibuang, hanya isinya yang dimakan, aku merasa tidak ada manfaatnya....." jawab kulit semangka dan menangis lagi

" jangan bersedih aku akan kembali lagi kesini..." kata sirr Wali Paidi

dengan secepat kilat sirr Wali Paidi kembali ke tubuhnya. Sehabis mengambil rokoknya Wali Paidi turun dari menara dan pergi ke tempat kulit semangka yang dilihatnya tadi. Wali Paidi masih ingat betul bahwa keranjang sampah itu berada di halaman sebuah masjid yang berada di tengah kota Kudus. Setelah sampai, Wali Paidi langsung menuju keranjang sampah itu dan mulai mengais-ais sampah. Orang-orang yang lagi tadarusan didalam masjid heran melihat tingkah Wali Paidi yang nyleneh. Namun Wali Paidi tersenyum dengan sumringah ketika Ia menemukan kulit semangka yang dicarinya. Dan begitu ketemu, dengan lahapnya Wali Paidi memakannya. Orang - orang  yang melihat Wali Paidi menjadi maklum,

" oh ternyata orang gila tho ...." bathin mereka dan melanjutkan kembali tadarusannya.

dengan masih mengunyah kulit semangka, Wali Paidi pergi meninggalkan Masjid.

" mungkin beginilah yang dialami oleh imam al ghozali yang pada waktu itu terkenal dengan tirakatnya yang doyan memakan kulit semangka yang dicarinya di keranjang-keranjang sampah" bathin Wali Paidi.... 

KNN

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.