Ads Top

Kuulangi A No Mi Tsa

Jika Kepintaran dan kebodohan adalah hasil dari kata kata, maka selama ini ada yang salah dari cara memperlakukan kata kata. Sudah entah berapa lama kita mengenal kata kata, semenjak lahirkah kita mengenal kata? Lalu siapa pencetus kata kata sebelum aku lahir? 

Sudah seberapa jauh jarak makna antara makna sebuah kata pada era orangtuaku, mbah mbahku, sampai seberapa mundur sejauh dan sebisa kita capai. Semakin tak tergapai lagi jika komparasinya dengan ukuran zaman dan waktu, sampai siapa Sang pembuat kata.

 Relakah kita melepas belenggu dari makna kata, yang harapanya mencapai perasan dari huruf per huruf, ABCD alif ba ta tsa dan seterusnya angka per angka 123.. ji ro lu.. one two three dan selanjutnya. 

Sebetulnya belenggu apa yang sudah memasung dalam diri manusia sekarang pada umumnya, sampai sampai seenaknya memperlakukan makna kata dan sekuat itu kita ingin kata kata menjadi pedang yang bisa menghunus siapa saja yang berbeda makna.

 Silahkan dicermati nasib dari kata-kata saat ini yang maknanya bisa dipesan oleh siapa saja yang membutuhkan sebuah kata untuk kepentingan diri dan kelompoknya, nyaman saja seakan tidak ada pertanggungjawaban nantinya dengan apa yang sudah diucap ditulis dari kalimat, kata, eja, huruf, bunyi.

Bermula dari ketidakutuhan pemaknaan itu mungkin salah satu penyebab Kemandegan keilmuan diluar exact.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.