Ads Top

Reharmonisasi

Beruntun peristiwa demi peristiwa yang terjadi di Indonesia dalam rentang waktu perminggu ini. Dari sekian banyaknya peristiwa itu, diantaranya ada gempa, tsunami, kebakaran hutan, hingga keributan kekuasaan yang mengakibatkan konflik politik, agama dan serentetannya.

Testing demi testing sudah dimulai. Baik itu datangnya langsung dari sang Maha Pencipta, ataupun oleh tangan-tangan makhluk ciptaanNya. Kadang kala memang sifatnya ujian, tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau itu hukuman. Tinggal ilmu "titen" nya lebih condong kemana. Dan karena itulah, dari sekian banyaknya rentetan kasus, isu agama selalu yang paling seksi untuk di goreng. Imbasnya juga semakin melebar dan luas bagaikan menyiram bensin ditumpukan bara api.

Ada banyak pernyataan yang beredar baik dari audio, visual, ataupun audio-visual. Yang masing-masing dari mereka mengklaim kebenarannya sendiri/ golongan/ kelompoknya. Bisa dibayangkan, jika ummat penikmat internet terpengaruh informasi/ propaganda medsos yang sangat maya, sedangkan ilmu dan pemahaman yang dimiliki terbatas. Maka bisa dipastikan efeknya bisa fatal. Hasilnya bisa dilihat dari cara berpendapat dan berperilaku dalam kesehariannya.

Pada akhirnya, yang terjadi ialah "kebablasen vs kebablasen". Terus gimana carannya ngerem supaya tidak kebablasen? dan tetap proporsional?

Sepertinya tidak perlu melebar dulu. Dalam istilah jawa ada istilah "kriwikan dadi grojogan". Itu rumus alamnya begitu. Kalau yang kriwik tidak segera diselesaikan, maka sesegera mungkin akan jadi grojogan. Artinya, rentetan peristiwa tersebut tidaklah sulit asal dirunut dari kecil ke besar, dari yang salah meminta maaf dan saling memaafkan. Yang masih berbuat salah segera taubat dan memperbaikinya. Kembali pada khittah sebagai makhluknya Allah dan pengikutnya Kanjeng Nabi Muhammad.

Kalau perlu, sekalian Musyawarah para imam Ormas-ormas Islam. Keluarkan semua ide-ide cemerlangnya untuk Indonesia. Supaya kebenaran yang masing-masing klaim, bisa disatukan untuk membuat pancaran energi yang dahsyat dalam rangka kedamaian, ketertiban dan kerukunan bersama. 

Ummat Islam merupakan Anugrah bagi Bangsa ini. Terlepas dari berlapis-lapisnya pemahaman terhadapnya. Sedangkan organisasi adalah alat manusia menuju Tuhan, seharusnya tetaplah menjadi alat, bukan menjadi tujuan. Atau jangan-jangan ini tanda kiamat akhir zaman.

Zaman baru.
Setelah Zaman Batu kan muncul Zaman Air. Zaaaam...zaaaam...zaaaam, air mengalir, energi air bergelombang gelombang.
Kita adalah energi Air Zaman melarutkan dan menghanyutkan Batu Batu Zaman
kita adalah energi Air Zaman yang memadam semua Api Api Zaman.
Energi Air Zaman adalah energi Cinta, Cinta Allah swt dan Cinta Muhammad Rasulullah.
Zaaam...zaaam...zaaam, mengalirlah membasahi negeri yang kami cintai ini. Aamiin. (kutipan puisi Musthofa W Hasyim)

Indonesia sedang dicambuk untuk segera berwudhu lillahi ta'ala. Dalam rangka itu, kita sebagai orang Kebumen, minimal nyicil prihatin terhadap peristiwa di Kebumen.dari sekian banyaknya berita, beberapa menyebutkan jika Kebumen peringkat 1 persebaran AIDS, kabupaten termiskin ke-2 di Jawa tengah, harus hidup yatim tanpa bupati, para petani bersusah payah mengelola tananhnya sendiri, para pemuda sudah tak lagi bangga dengan tanah airnya.

Malas berpikir ini efeknya  sungguh sangat dahsyat. Ada titik cerah, bagi yang mau mencari pencerahan. Mari kita reharmonisasi ulang kemesraan kembali. Seperti budaya ngumpul, musyawarah, rembugan, tabayyun, tepo sliro lan andhap asor. Melingkar bersama Likuran Paseduluran "nguripna rasane urip".[mubaedi]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.