Ads Top

Lokalis Nasionalis yang Internasionalis

Penjabaran kata sering kali mengundang kalimat yang tidak sesuai dengan substansinya. Ibarat ibu-ibu yang menyalakan lampu sein ke kanan tapi beloknya ke kiri. Sesuatu yang sebenarnya bertujuan baik, dengan alat pemberitahuan supaya ada rambu-rambu bagi orang lain, tapi menjadi tidak baik saat itu malah membuat orang lain malah celaka.

Celakanya lagi, di era sekarang orang makin banyak informasi, tapi makin minim pengetahuan akan kebenaran informasi itu. Taunya mainstream mengatakan bahwa itu adalah utara, maka banyak orang mengiyakan kalau itu utara. Tanpa melalui banyak proses pencernaan berpikir. Dan cenderung takut untuk dibilang gaptek informasi.

Pertanyaan sederhananya. Apa yang dimaksud nasionalis? Yang indonesia banget.
Yang indonesia banget itu yang seperti apa? Yang cinta tanah air. Yang cinta tanah air itu aplikasinya bagaimana? Ya bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetap satu. Yang bagaimana itu? Dan yang yang yang lain. Yang sebenarnya pertanyaannya memiliki banyak kemungkinan, begitu juga dengan jawabannya.

Nasionalis berasal dari kata nasional. Bolehkah saya bertanya lagi? Kalau ada nasionalis berarti ada localis? Internasionalis?
Itu ada gak? Terus seperti apa gambarannya?

***
Ada seorang temen yang baru saja pindahan kontrakan rumah di daerah tertentu. Dan terjadilah perbincangan
"mas, daerah sini insyaallah aman, warga sini nasionalis kok" kata pak yang punya rumah
Dengan segera teman saya bertanya "maksude nasionalis pripun pak?"
"ora fanatik mas"

Oh. Jadi nasionalis itu tidak fanatik to. Benarkah begitu? Mbah imam Bonjol, mbah Diponegoro, dan mbah-mbah pahlawan dulu itu fanatik gak sih? Fanatik melawan penjajah. Mengerahkan seluruh energy yang dipunya untuk terus melakukan pemberontakan dan perlawanan.

***
Malamnya di sebuah warung kopi terjadi obrolan localis nasionalis yang internasionalis antara jane dan jere.
Sambil nyruput kopi kang jere nyeletuk "tapi sekarang udah ndak ada penjajah mas"
"oh iya ya, saya lupa kalau negara kita udah merdeka kang", sahut kang jane.
Sembari pegang korek dan menyiapkan batang rokok yang sudah nempel di bibir kang jane menambahkan "eh sebentar mas, dulu bangsa kita sebenarnya dijajah selama 350 tahun atau jangan-jangan dalam waktu 350 tahun penjajah itu tidak berhasil menjajah?"
"lha ini, hasilnya hari ini kang", jawab kang jere sambil ketawa
"owh..."
"hahahaha...." mereka berdua ketawa bersama

[mubaedi]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.