Ads Top

Punkgung Silaturahim

Rasa syukur tak terhingga kita panjatkan kehadirat Alloh SWT bahwa kita semua disini sudah melewati bulan training bernama ramadhan, semoga kita juga berhasil melewati 11 bulan berikutnya dengan pencapaian kasih sayang Alloh terhadap diri kita, keluarga kita, dan negara ini pada tataran yang lebih luas, justru 11 bulan inilah perjuangan yang sesungguhnya kata pak kyai pada ceramah solat ied yang lalu.

Sudah lama rasanya Likuran Paseduluran tidak bersilaturahmi dengan teman-teman musik di Kebumen, ketika berbicara tentang seni, khususnya musik, tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan tentang punk, bukan sekedar aliran musiknya yang keras dan pekak ditelinga, tapi juga semangatnya, kebersamaanya, ideologinya, kesederhanaanya, dan sebagainya. Membahas punk seperti membahas tafsir kitab suci saja, seakan tidak ada habisnya dan masih meraba letak ujungnya.

Zaman terus berubah, seluruh sebab dan akibat juga berputar, fenomena demi fenomena terus bergulir. Kata sedulur punk yang sudah cukup senior, perkembangan agama dan punk hampir memiliki sisi historis yang sama, pergeseran yang sangat nampak yaitu pada tataran ideologis dan nilai nilai,  Punk dan agama dikecilkan dalam identitas saja, dari pakaiannya saja, klonthongan, kata pepatah "hanya pepesan kosong" terasa lezat ketika dilihat tanpa berani mencicipi dulu rasanya, tidak penting lagi bumbunya, cara memasaknya, dan rangkaian pendalaman lain yang sekiranya penting malah dikesampingkan, disembunyikan bahkan dibuang-buang percuma.

seperti agama saat ini, hanya identitas kasat mata.
Gung... jika anda asli Indonesia, apalagi jawa, jika mendengar kata gung, saya rasa tidak jauh asosiasi anda dan saya dalam mendeskripsikan kata tersebut. ning nong ning gung dimanapun ruang dan waktu ada yang maha agung. Bahwa leluhur kita sudah memberi kita pondasi tauhid dengan frase yang bukan sekedar dibaca seperti layaknya pelajaran membunyikan huruf waktu SD, " ini huruf? A,  S, U dibaca? (Boleh dibunyikan dihati). Frasa dari leluhur kita sudah betul-betul difikirkan matang untuk anak cucunya nanti. Lalu apakah kita semua disini nantinya akan dapat mewariskan sesuatu yang jauh lebih hebat dari zaman orang orang terdahulu, zaman semakin maju, manusia sudah bertransformasi ke era modernisasi yang berkemajuan, idealnya menjawab iya, tapi tidak ada yang menjamin akan seperti itu.

Silaturahim,  kata serapan yaitu "silatun" yang bisa berarti duduk bersama atau dzikir atau persambungan, dan Rahim yaitu kembali ke kesucian atau  kasih sayang. Tujuan utama hidup adalah pilihan untuk mencapai kebahagiaan, dengan cara menemukan kesempurnaan masing masing, jalannya tidak hanya satu, semua yakin bahwa metode yang dia pakai itu benar bagi semua. baik itu jadi punk jadi santri atau tidak menjadi keduanya sekalipun itu pilihan cara pencarian. Dalam kerangka ISLAM kita semua disini adalah seorang salik, yaitu subjek yang sedang sangat serius mencari arah hidup, khususnya kaum muda.

Sama-sama berkaca dan saling belajar dari prinsip yang dijalani masing masing, salah satunya dengan paseduluran yang pada tujuan akhirnya adalah kebermanfaatan kepada orang lain.

Wabah masyarakat saat ini adalah "Passion before fashion menuju ke  fashion before passion" bisa dibilang jika zaman yang semakin maju ini sepertinya zaman yang semakin terbelakang, dari peradaban kontekstual, lalu mundur ke peradaban tekstual, lalu mundur lagi ke peradaban adol jere kulak ndean.

Mari kita melingkar di Likuran Paseduluran yang bulan ini bertempat di 'wilder's garage, tepat malam minggu 23 Juni 2018 mulai pukul 20.00 WIB, untuk mengisi titik-titik kosong yang masih ada, didalam ruang hati sedulur semua. Semoga apapun nanti yang akan mengisi ruang itu hanyalah kebaikan yang dimaui Alloh SWT.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.