Ads Top

Pengelola Tanah Kreatif

Potensi alam di Indonesia sangat kaya. Tanah hamparannya penuh dengan tumbuhan. Di setiap daerah penghasil tanaman khusus yang belum tentu bisa di tandur di tanah daerah lain. Terkadang juga bisa sama. Kalaupun bukan tanahnya, di bawah permukaan tanahnya menyimpan tambang yang sangat dahsyat. Mengalahkan potensi tambang terkenal dunia. Gundukan tanah yang menjulang tinggi menjadi bukit, gunung, pegunungan, juga menyimpan energy penyeimbang tanah. Air yang mengalir cukup untuk mengaliri area persawahan penghasil padi sebagai makanan pokok mayoritas orang Indonesia.

Namanya kreatif, dari bahan singkongpun bisa diolah menjadi makanan pokok berupa thiwul/ oyek/ inthil. Singkong di rebus jadi singkong rebus, bisa di goreng, dibikin kripik, dibikin krupuk, dihaluskan jadi tepung, di campurkan jadi kue, dst.

Bagi masyarakat yang hidupnya dipinggiran pantai jadi nelayan, mencari ikan, membudidayakan tanaman laut, merawat alam. Supaya laut tetap menghasilkan ikan yang banyak dan sehat. Rantai kehidupan berjalan. Atau dari airnya bisa diproses menjadi garam.


"kang, sampean kerja dimana?" tanya kang paidi
"welah, aku ki manajer perusahaan bonavit kang"
"setiap hari pakai baju rapi, jas, sepatu pantovel, keren to?"
"bangga kang?"
"yo jelas..."
"seng due perusahaane sopo kang?"
"wong luar negri, mbuh ngendi, sing jelas udu wong kene"
"waduh, ngono kok bangga..." jawab kang paidi


Sumber daya alam, seharusnya kita kelola oleh tangan-tangan kreatif kita sendiri. Sbenarnya sederhana, pola pikirnya saja yang menuntut bahwa kebanggaan itu saat menjadi bawahan orang luar. Padahal mereka mengolah dari hasil bumi kita.

Saya pribadi sama sekali tidak dalam menyalahkan itu semua. Tapi mbok mikir, ayok tandangi sendiri hasil kita. Kalau kita bisa mengkreatifi sendiri, kenapa harus beli?kenapa harus orang lain yang mengelola, bukan warga sendiri lagi.


Penulis: mubaedi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.