Ads Top

Pelangi

Dlam tradisi jawa disebut juga kuwung, lingkaran berwarna pelangi, yang dikaitkan dengan legenda adanya bidadari yang sedang mandi. Pelangi terjadi pada saat hujan rintik-rintik namun masih ada berkas sinar matahari. Sinar matahari yang polikromatis melewati 2 medium berbeda, yaitu udara dan air, sehingga mengalami pembiasan, terurai menjadi warna monokromatik, me-ji-ku-hi-bi-ni-u.

Warna sebenarnya sebuah energi yang memiliki panjang gelombang berbeda sebagai ilustrasi kesejatian dengan batasan yang absolut. Dalam kajian fisika semua benda pada hakekatnya mampu memendarkan/ memantulkan semua warna sesuai kemampuan dan cahaya yang menyinarinya. Bahkan antar warna dapat membentuk gradiasi, mengalami pembiasan, pemantulan bahkan pelenturan tergantung medium yang dilewatinya. Namun jika proses ini mengikuti irama keteraturan alam, bisa jadi antar warna bersimbiosis, membentuk pola yang indah, bersinergi untuk saling memberi warna tanpa menenggelamkan warna lainnya. Bukankah pelangi itu indah juga karena perbedaan warnanya?

Sebenarnya warna bersifat universal, tdk bisa diklaim sebagai salah satu simbol salah satu kelompok atau golongan. Kita tidak boleh membenci salah satu warna hanya karena kita tidak suka, sebab tiap warna memiliki makna.

Allah menciptakan keberagaman warna di dunia ini sebenarnya untuk saling melengkapi dalam lingkaran kuwung pelangi kebhinekaan yang indah.


Penulis: Suratno

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.