Ads Top

Tak ada yang bisa memulai sesuatu tanpa mendapatkan ide dari hal lain. Semuanya terstruktur satu sama lain salin terkait dan terjalin. Ada banyak hal yang menuntun kita mendapatkan yang kita rasa "hanya satu". Saat kita gilang-gemilang semua bermuara dari satu hal yang ternyata mengakar pada banyak dimensi di sekitarnya. Seringkali gilang-gemilang berlimpah cahaya membuat kita buta tak mampu membedakan gelap terang dan sisi-sisi lain. Yang tampak hanyalah pancaran-pancaran menyilaukan terlihat menggembirakan dan memabukkan. 

Tapi itu semua membuatku kehilangan daya dan kesadaran. Ternyata aku berdiri seorang diri dan berusaha mengumpulkan kenangan tentang semuanya. Dan kukumpulkan pula wajah-wajah yang aku belajar membencinya. Karena aku merasa bahwa semuanya yang kuterima adalah beban yang ditimpakan oleh mereka untuk menghindarkan mereka dari keterpurukan. Belajar tak memaafkan apa yang telah mereka ajarkan tentang kemenangan. Mulai menghapus bangunan impian dalam bawah sadarku bahwa semuanya tentang menjadi puncak di segala dataran dan lautan. Ternyata puncak hanyalah sebuah titik dimana aku harus turun, seperti daun-daun yang diterbangkan angin musim gugur.

Tertatih-tatih mengingat kembali wajah yang membuatku mampu berdiri. Tentang yang mengingatkan jalan yang harus ditemukan, jalan yang harus ditempuh, yang memang harus jadi jalanku. Tentang hakikat kemenangan yang membawa ma'rifat sehingga syari'at tak pernah terputus. Tentang wajah yang menuntun bahwa mencintai adalah sebuah cahaya. Yang tak harus terang tapi cukup menerangi gelap dan itulah kebermanfaatan yang menjadi kemenangan yang tanpa fatamorgana. Dan sebuah kehormatan bisa menyebut nama-Mu di setiap bait lagu yang kami nyanyikan. Karena memang dulu dan sekarang engkaulah satu-satunya.



penulis : Mahdi F

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.