Ads Top

Menunda Ajal

Tiga perkara yang menjadi misterius manusia, yaitu Rizky, jodoh dan maut atau ajal. Segala sesuatu  yang hidup pasti akan mati.

Ajal atau kematian manusia dalam al-Quran dibagi menjadi dua : ajal musamma (ditentukan) dan ajal mu’allaq (bergantung).

Setiap makhluk hidup telah memiliki durasi waktu tertentu, dapat bertahan hingga suatu waktu tertentu hingga batas yang telah ditentukan Allah SWT. Bentuk kematian demikian disebut dengan ajal musamma (ditentukan).

Namun ajal mu’allaq merupakan ajal yang dapat berubah dan akan terjadi seiring dan sejalan dengan sebab-sebab tidak lengkap (dari rangkaian kausalitas) dan faktor-faktor pendukungnya,  baik yang berupa perbuatan buruk atau perbuatan baiknya.

Akibat perbuatan manusia semasa hidupnya, sangat mungkin ajal seseorang akan menjadi lebih cepat atau ditunda karena amalan perbuatan buruknya.

Ajal yang dipercepat karena manusia mendapat azab iIlahi atas perbuatan buruknya dan sebaliknya karena ketakwaan dan kebaikan boleh jadi ajalnya menjadi sangat lambat tiba.   Namun berbeda ajal musamma, yang bisa datang kapan saja, tanpa kita tahu, dan tidak bisa ditawar.

Proses terpisahnya ruh dari jasad atau terpisahnya nafs dari badan, sebenarnya bukan akhir kehidupan, melainkan merupakan awal perjalanan natural manusia untuk masuk ke fase kehidupan baru dengan alam yg berbeda.

Berdasarkan hukum «کُلُّ نَفسٍ ذائِقَةُ المَوتِ» maka tidak ada seorangpun yang terkecualikan dari kematian.



Penulis: Suratno

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.