Ads Top

Masamnya Muka Manis Para Penghamba Uang

Memang ada saja kelakuan orang, selalu saja ingin mendapatkan perhatian lebih dari yang lain, selalu saja harus lebih hebat dari orang lain, baik itu memang lebih, disengaja untuk melebih-lebihkan, atau jangan-jangan lebih dari orang yang tidak punya kelebihan.

Pengangguran seperti saya ini katakan, ya bisanya melu seneng dengan segala kelebihan orang lain. Baru melihat saja sudah seneng, ya minimal bisa kecipratan jika memang ada lebihan. tapi nanti dulu.. kelebihan seperti apa yang patut mampir ke kelopak mata hati saya? Tidak semua kelebihan orang lain merupakan sesuatu yang saya butuhkan, dan mungkin tidak benar-benar membutuhkan. Bisa ditangkap mata belum tentu saya persilahkan masuk ke hati saya.

Pengalaman saya malam tadi bertemu dengan investor dari luar negeri yang datang juga dengan biaya kawan kami, makan juga minta disuapi, untung saja tidur tidak minta dikeloni.. hiyah!!! Patut menjadi cambuk bagi saya bahwa negeri ini sangat murah, mereka yang datang dengan niat merampok malah kita junjung dan kita jilat pantatnya. Dengan harapan nanti akan merampok kami. Saya jadi bingung, sebenarnya kita ini bangsa yang mulia atau murahan?

Lebih menggelitik lagi adalah muka manis para pengusaha yang berebut ingin didengarkan dan meyakinkan bahwa saya adalah orang yang selama ini anda cari, produk saya merupakan unggulan yang paling dibutuhkan anda dan lain lainya. Muka manis mereka lama kelamaan terasa masam sampai saya dan para orang pinggiran lainya terhimpit dalam keadaan yang sangat menjijikan dan memutuskan keluar dari kemewahan makan malam yang terus berganti menu, dari menu ke menu yang tidak tega lagi saya menyantapnya. Dan kuputuskan untuk keluar ruang siksa itu menuju eperan kanopi hotel yang masih terasa sangat mewah sambil nyropot lintingan klembak menyan dengan khusyu'. 

Terpaksa saya harus sombong karena didepan muka muka manis yang terasa masam itu, saya tetap bisa menjadi orang yang tidak punya muka dan yang lebih penting lagi saya berhasil untuk tidak cari muka.



Penulis : Tetuko wadoyong

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.