Ads Top

Laboratorium Belajar LPGB

Merasa kekurangan itu saat dimana kita terlalu memperhatikan orang atas cara hidupnya. Dimana orang bisa mendapatkan sesuatu dan kita terlalu memikirkan? (deneng bisa yah) adalah kalimat tanya yang bisa jadi

1. Motivasi agar melakukan dan mendapatkan hal yang sama, dan disitu kadang terlintas sifat iri, tapi ya banyak orang yang tidak mau mengakui..ya wajar, sifat jelek

2. Bisa menjadi kalimat tanya yang seolah tidak percaya atas karunia yang diberikan olehNya

Karena semua apa yang kita dapatkan adalah milikNya, lalu manusia hanyalah perantara untuk pemberianNya, dan manusia itu juga yang harus tau cara menikmatinya, maka bisa dikatakan bahwa sebanyak-banyaknya banyak, tetap masih ada sang maha lebih banyak. Setinggi-tingginya tinggi juga masih ada yang maha tinggi lagi. Apalagi hanya sebatas dalam lingkup belajar. Mencari ilmu yang tidak ada selesainya.

Karena jika bicara soal ilmu, seolah arah pembicaraan sudah melambung bagaikan udara tanpa batas ruang dan waktu. Yang terus mengalir dan ada terus menerus.

Tapi pertanyaannya sederhana, mau belajar apa? Dan siapa gurunya? Wong kalau ditelusuri secara detail ternyata dengan dirinya sendiri saja belum bisa belajar kok.

Berarti, pokok utamanya adalah sumber dan tempat. Tapi jangan diartikan sebagai lokasi secara fisik lho ya. Apalagi dibayangkan sebuah gedung berdinding tembok batu bata.

Kita sepakat bahwa sumber utamanya adalah Tuhan, sedangkan tempatnya di dunia ini. Bentuk tawasulnya bisa melalui keluarga, sekolah, komunitas, negara, dst.

Untuk itu, mari mulai belajarlah dari apa yang kita lakukan setiap hari, kemudian direview untuk hari esok.

Jika hidup sudah merasa kurang, belajar menikmati hidup saja...kalau tidak bisa nikmati atau mau protes ya protes sama yang memberi
#salambanguntidur

Ngulet itu rasa dimana memikirkan kerasnya kelamin sendiri lebih enak dari pada kerasnya kehidupan



Penulis: annas nazan musthapa

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.