Ads Top

Kepekaan dalam Tafahum

Milenium, satu kata yang gagah. Tekhnologi dalam segala hal sudah merajai, namun bila dicermati banyak pergeseran nilai- nilai kemanusiaan.

Bila melihat sekeliling siapa yang tidak mengenal gadget, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, bahakan tua renta. Terkadang saat menggunakannya tidak ingat samping kanan kiri, depan belakang, atas bawah sang pemakai. Seolah menjadi belahan jiwa dan nyawa keduanya.

Saat berkumpul sesama manusia mereka sibuk dengan pegangannya sendiri.. Dalam istilah jawa "edek minangkane adoh, adoh minangkane edek". 
Sering sekali info kabar berita dari segala penjuru diketahui namun keadaan tetangga sedikitpun tidak faham, padahal tetanggalah saudara paling dekat. 
Meski dekat secara geografis namun secara emosional laksana tak pernah jumpa sehingga tidak ada pemahaman.

Sebagai insan manusia secara kodrat kita semua tahu bahwa sebagai makhluk sosial perlu adanya interaksi dengan insan lainnya.
Bahasa interaksi yang dimaksud disini bukan lewat perantara namun secara face to face, karena inilah yang akan menumbuhkan rasa saling memahami. 

Peka bukan berarti harus memberi dalam bentuk materi namun pemahaman akan keadaan dan pengkodisiannya.



Penulis: khony

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.