Ads Top

Hendak Berkeputusan

Memang ada banyak hal cara Tuhan dalam mengingatkan kita. Ada seribu jalan yang bisa digunakan. Bahkan sampai hal yang diluar prediksi kita sendiri. Tuhan memang sengaja merahasiakan semua yang Ia kehendaki. Dan disinilah menariknya bagi kita untuk mempelajari mana KehendakNya, dan mana laranganNYA. Bisa jadi, sesuatu hal yang kita anggap sebagai perintahNya, ternyata bukan. Puzzle ini juga yang membuat banyak orang penasaran sampai putus asa. Gak kuat, akhirnya “terserahlah……”

Ada dua jenis manusia yang pasrah. Pertama memang dari dasarnya memiliki sifat Qonaah (berserah diri). Sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi keyakinannya akan Lakhaulawalakuwata Illa billah mampu mengalahkan usahanya. Berserah diri, namun sudah berusaha dulu. Lain halnya dengan orang yang sejak awal sudah menyerah dulu. Sudah tidak mau melakukan apa-apa dengan dalih berserah diri. Tidak mau menanggung resiko, atau lebih memilih pada zona aman.

Saya sendiri tidak akan membahas dua jenis manusia tersebut. Karena semua pilihan ada ditangan pribadi masing-masing. Tidak ada secuil kekuatan dalam diriku untuk merubah pilihanmu. Jangankan sekedar menentukan pilihan, untuk mengajukan pilihan itu saja, hatiku bergetar hebat bak hantam taman keras perahu Nabi Nuh kepada kaumnya yang tidak ikut dengannya.

Yang penting kalau memang kamu memilih suatu keputusan. Jangan sampai tidak ada Allah dalam keputusanmu. Itulah yang dimaksud dengan KehendakNya Allah. Gunakan cara berpikir dan pengambilan keputusan berdasarkan Allah. Dalam hal ini bias dengan cara berdoa, mengucapkan Bismillah atau sekedar dalam sekejap ingat Allah. Wes cukup.

Bukan soal dosa atau pahala yang diperoleh. Ini lebih dari semua itu. Bayangkan ketika keputusanmu berdasarkan napsu pribadi kepentinganmu. Lalu siapa yang akan bertanggungjawab? Ya, bisa dipastikan diri kita sendiri yang akan menangungnya. Beda dengan ketika dalam pengambilan keputusan kita hadirkan Allah dalam itu. Insyaallah pertolongan pertanggungjawaban atas keputusanmu juga Allah akan ikut campur.

Semoga apa yang mejadi keputusan kita ini adalah juga keputusan Allah. Dan kalau kita benar-benar menyerahkan semua urusan kita kepada Allah setelah berjuang, maka Allah akan bertangggungjawab dengan apa yang kita lakukan.

Penulis : Ichsan M
 


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.