Ads Top

Gamelan: Menyelesaikan Masalah dalam Keluarga

Budaya jawa tidak terlepas dari para leluhur jawa yang sudah sedikit banyak mengajarkan tentang kejawaan. Secara turun temurun, kebiasaan yang biasa dilakukan sehari-hari tidak terlepas dari pengaruh kontak batin leluhur. Baik secara nyata ataupun tak kasat mata.

Banyak orang mengagumi budaya-budaya yang berasal dari jawa. Tapi untuk secara pastinya silahkan bisa lakukan mini riset di lingkungan jawa. Karena kemampuan keilmuan yang dimiliki hanya sebatas tetesan ombak, maka cakupan bahan yang sederhana dan sudah banyak dikenal oleh khalayak ialah tentang gamelan.

Sebuah rombongan beberapa alat musik yang bersinergi untuk saling mengisi kekosongan nada. Alur tempo secara khusus di atur oleh sebuah alat yang isinya kosong tapi tertutup rapat di kedua sisinya, yang kebanyakan orang menyebutnya dengan kendang.

Ada juga yang bernama gender, bertugas untuk onen-onen seolah tak beraturan. Brisik, crewet tak berkesudahan. Dan masih banyak lagi tugas-tugas dari masing-masing alat musik yang terangkum dalam kolaborasi bernama gamelan.

Berdasarkan beberapa literasi yang ada. Gamelan adalah salah satu alat yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dan beberapa wali yang lain dalam menyebarkan agama Islam. Cara-cara seperti ini merupakan salah satu strategi yang cukup ampuh untuk memasukan nilai agama di masa itu. Lalu, apakah hal semacam ini masih bisa diberlakukan di masa kini?

Pasalnya, dewasa ini, jenis musik gamelan mengalami kemunduran fans. Penikmatnya lebih dominan usia lanjut alias tua-tua. Ada kecurigaan, jangan-jangan perlu adanya semacam revisi atau pembaharuan teranyar supaya jenis musik gamelan dapat dirasakan di semua kalangan.

Sederhananya, apakah simbol dan filosofi dari gamelan itu sendiri dapat memicu seseorang di masa kini untuk lebih memahami agama? Kalau iya, maka seharusnya ada kemungkinan bisa merambah pada pokok nilai yang lain yang mencangkup kehidupan sehari-hari manusia. Termasuk urusan keluarga.

Alhamdulillah bulan ini LP kerawuhan 3 tunas baru, yang semoga nanti kedepannya bisa menjadi kebaikan untuk siapa saja. Maka, tanggal 23 Desember 2017, kami mengundang dulur-dulur untuk bisa jagongan, macit, medang bareng seanane di desa Banyurata, Adimulyo, Kebumen.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.