Ads Top

Dosa Adalah Syarat Untuk Menjadi Manusia

Selama ini banyak orang menganggap bahwa orang alimsama dengan ahli ibadah itu adalah orang-orang yang aktif dalam shalatnya, ke masjidnya, ngajinya, baca Qur'annya, dll. benarkah mindset itu benar adanya? atau ada hal lain yang lebih fundamental dari pernyataan tersebut. bisa jadi  kalau logika itu salah kaprah.

Kenapa bisa saya katakan salah kaprah, ya emang salah. saya mencoba menjelaskan logika yang terbalik dari kebanyakan yang dipikir oleh orang. Bahwa kalau logika yang saya uraikan berikut ini tidak sepaham, silahkan bisa dikomen di kolom komentar di bawah ini.

Aktivitas manusia dari awal bangun tidur sampai tidur lagi banyak memproduksi dosa. Walaupun dalam hal ini dosa atau tidaknya wallahu alam. Tapi setidaknya orang zaman sekarang buka HP punya potensi dosa, penglihatan, berjalan, bahkan sampai niat pun ada porsinya. jadi, potensi mendapatkan dosa setiap hari sangat besar kemungkinannya.

Nah, karena setiap hari manusia ini adalah produsen dosa, maka sebisa mungkin dapat mengimbanginya dengan pahala. Minimal bisa seimbang antara dosa & pahala. Syukur-syukur bisa lebih banyak di pahalanya.

Jadi, bagi sebagian dari orang-orang disekitar kita yang rajin melakukan ibadahnya itu sebenarnya dalam rangka mengimbangi dosanya. karena sadar bahwa setiap hari selalu memproduksi dosa, maka pekerjaan setiap hari juga meminimalisirnya. Bukan mengungguli kesucian atau aktivitas ibadahnya dari orang lain.

Sehingga saya punya kesimpulan bahwa kalau ada orang lain yg tidak melakukan ibadahnya, husnudzon saya berpikir jangan-jangan mereka ini memiliki kuota pahala yang banyak dari dosanya.  Makanya tidak beribadanya dalam rangka mengimbangi dosanya supaya antara dosa & pahalanya tidak terpaut jauh.

Wong syarat menjadi manusia itu punya dosa kok. Kalau gak punya berarti malaikat..


penulis : I. Mubaedi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.