Ads Top

Peningkatan Kadar Ke-malaikat-an


Si juhin berkata "kebaikan apakah ini hingga mas bengkek menghormatiku begini?!" tak pernah ada sedikit file pun dalam pikiranku bahwa mas bengkek menjunjung tinggi kehormatanku sampai sebegitunya. Seolah badan, tangan, kaki dan seluruh jajaran komponen hidupku terasa berdiri paling tinggi di depan para pelayan dan pembantu.

Gus cang menyanggah "bahwa semua itu karena kesungguhan kemesraan yang begitu tinggi diantara kalian"  ketika ucapan sudah tidak lagi sanggup menampilkan kalimatnya, maka gerak tubuh akan menjadi penopang sebagai pengganti lisan.

Seperti halnya Tuhan telah memberikan segalanya yang di hamparkan begitu luas. Kita dapat mengambil salah satunya. Ketika melihat pohon, seorang akan jauh lebih memilih arah pandangannya menuju keindahannya, manfaatnya, serta hasil akhirnya.

Kenapa tidak mencoba membuka penglihatan akan prosesnya. Dari ketiadaan sampai akhirnya pohon itu bisa diterima oleh alam sekitarnya. Permulaan manusia ialah ketiadaan, kemudian Dia memindahkan ke dalam kondisi ada (wujud), lalu menjadi bentuk yang tak bernyawa, bertransformasi sifat-sifat tumbuhan, selanjutnya ke sifat kehewanan, hingga sampai pada sifat kemanusiaan, dan masih berlanjut ke malaikat, dst.

Demikianlah Allah menampakkan bentangan Kuadanya yang tampak begitu jelas
Sungguh akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). Maka, mengapa mereka tidak mau beriman? (Q.S Al-Insyiqaq: 19-20)

Jadi sudah pada tingkatan apakah hidup kita ini?

"anu, kayaknya aku masih hewan, soale pekerjaanku menghina-hina terus"

"emm, kalau aku tumbuhan kayaknya gus, soalnya kalau melihat filosofi padi kan makin berisi makin menunduk, liat aku? rambutku yang membuatku jadi begini"

Dengan muka sinis "kalau saya malaikat, karna sudah terbukti banyak orang mendoakanku hanya karna menunggu gambar yang sebenarnya sudah di desain oleh Tuhan dan tugasku memberikan kepada mereka" jawab kang kamflet


Penulis: i.mubaedi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.