Ads Top

(M2M) Monggo... Menyingkir- Mlaku MENGANAH

Tenda-tenda telah berjajar di jalanan, halaman, lapangan bahkan samping tempat ibadah guna siapa saja yang minat karena kemungkinan akan ada nyawa-nyawa memasuki kondisi non e-link. Bertahun-tahun hingga berabad-abad yang lampau  pemilik yangsesunguhnya telah meng e-linkkan penghuninya guna berdampingan saling mengenal dan sudah dipersilahkan mengelolanya sebaik mungkin namun non e-link merasuki spiritualnya maka bisa terjadi darat dan laut bahkan udara mengalami ketidak seimbangan pada penghuninya.

Sang surokah datang dengan dalih memudahkan cara supaya tidak prihatin, justru sebaliknya prihatin penting manakala ingat bahwa yang ada di darat, laut serta udara ada batasannya. Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Itulah cuplikan dari beberapa bait Pembukaan UUD 45 yang sudah ada puluhan tahun yang lalu sangatlah mulia tujuan para Founding Father bangsa ini, kemudian apakah masih ada penjajahan di hari ini?

Keprihatinan  para pendahulu kita patut  diapresiasi karena adanya kita sekarang ini berawal dari jerih payah pendahulu. Kini sudah ada apa saja yang membuat diri kita tidak terjajah? Masih terjajah atau tidak terjajahkah? Apakah narkoba, pengambilan hak yang bukan miliknya, molimo, kenakalan remaja, seks bebas dsb kini tidak ada, stagnan atau tambah. Mengurai sedikit hal mengenai hal-hal yang pernah ada di Likuran Paseduluran: bercermin dalam sangkar, bersholawat alam, genggaman kosong, distorsi polah, dolanan nyawiji, rawitan mlebes, njarag, merdeka rasa cinta, budidaya kelaziman, hingga kemarin akselerasa apakah kita di Likuran Paseduluran termasuk orang-orang yang terjajah/ditekan supaya disingkirkan ke sana jangan di sini, monggo dihayati bersama(karo macit).

Berjalan sebagaimana air mengalir sesuai alirannya ke sana yang sebenarnya alirannya mengikuti arahan dari sang Pencipta menuju e-link. Janganlah air distop bak bendungan, jika dibendung nek ra kuat ya jeboool. Apakah ada hari yang bisa jadi jebolnya pemikiran bersama, tidak perlu ada hari untuk menjebol gawang lawan, yang hakikatnya tidak ada lawan. Lawannya adalah nafsunya sendiri. Mayuh Mlaku bareng(jalan bersama) sesuai posisinya masing-masing untuk tidak saling menyingkirkan satu sama lain golet dalan becik. Cik cik cik

penulis : Roy. zen



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.