Ads Top

Pemimpin Wudlu Kebumen

Wilayah Indonesia bagian Kebumen merupakan tempat tanah kelahiranku. Tempat dimana masa perkembangan dari yang tidak tahu menahu sampai mengerti banyak hal. Sebagai wujud syukur anak bangsa yang dianugerahi tanah air Indonesia bagian Kebumen ini, akan kutuliskan beberapa bait kata yang disambungkan menjadi artikel kepemimpinan muda Kebumen.

Menanggapi kegelisahan pada situasi dan kondisi Kebumen saat ini yang menurut salah satu lembaga yang menyatakan bahwa Kebumen adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Terlepas dari benar atau salahnya informasi tersebut, perlu adanya introspeksi diri sebagai salah satu alat untuk mengukur dan mengambil langkah yang lebih baik.

Sudah saatnya sesama anak bangsa saling bergandengan tangan, khususnya kaum muda perlu merasa senasib sepenanggungan dan kita semua bersaudara. Yang secara jelas pernah disampaikan Presiden Indonesia yang pertama bahwa dengan sepuluh anak muda Ia akan mampu untuk mengguncangkan dunia. Itu baru sepuluh, lalu bagaimana jika seluruh kaum muda bersatu? Bisa dibayangkan sendiri. Saatnya yang muda bergerak untuk Kebumen yang lebih baru.

Untuk menyatukan semuanya tidaklah hal yang mudah. Terlebih menjadi seorang pemimpin muda untuk Kebumen. Namun jangan dikira lingkaran-lingkaran muda kebumen belum terbangun untuk bergerak. Banyak perkumpulan-perkumpulan, komunitas, paguyuban, atau lembaga sosial yang sudah mulai bergerak dalam memajukan Kebumen. Sebagai contoh ada komunitas ‘Kebumen Mengajar’ yang dengan ikhlas dan sukarela menjadi relawan untuk mengajar di sekolah-sekolah pelosok di wilayah Kebumen. Beda lagi dengan perkumpulan ‘Likuran Paseduluran’ yang secara rutin berkumpul setiap satu bulan sekali dengan memadukan antara diskusi umum, agama, kebudayaan, dll dengan penghangat suasana iringan gamelan ‘gending bodo’nya.

Dua contoh pergerakan anak muda diatas hanyalah segelintir cerita tentang anak muda Kebumen, yang jika ditelusuri lebih dalam, akan menemukan banyak komunitas dan yang lainnya. Maka jika dari kesemuanya disatukan dalam satu wadah untuk Kebumen, bisa dipastikan akan menjadi energi yang baru untuk membangun Kebumen. Dengan prinsip sama rata tanpa membedakan aliran komunitas.

Dinamika perjalanan itu adalah jalan menuju penyempurnaan. Berkumpulnya semua komunitas yang ada di Kebumen ini sebagai salah satu bentuk sumbangsih kebaikan anak muda untuk Kebumen. Setidaknya manfaatnya dapat dirasakan untuk berbagai kalangan dan meminimalisir ketidaksepemahaman dengan tetap berprinsip pada nilai-nilai persaudaraan.

Sebelum semuanya terlanjur. Penguatan energi disetiap simpul komunitas perlu dikokohkan pondasinya. Dikuatkan kaki-kakinya. Dengan cara seperti apa? Berwudlu. Mensucikan diri disetiap bagian terpenting dalam tubuh Kebumen, membersihkan sela-sela yang kotor. Perjuangan melawan nafsu pribadi (setan dalam) dan melawan kebatilan (setan luar) berjalan dalam keserentakan. Bukan berurutan dalam linieritas waktu. Semuanya serentak bagaikan nafas. Menghirup ke dalam dan menghela ke luar, tarik nafas ke dalam dan dihembuskan ke luar. Perbaikan ke dalam sekaligus perbaikan ke luar dengan senantiasa memohon bimbingan Allah SWT.

Sehingga, melalui proses terus menerus itu pada akhirnya Allah akan membuka jalan. Tahapan demi tahapan inilah yang akan membawa perubahan sedikit demi sedikit untuk Kebumen. Jika ada seorang pemuda Kebumen yang berjiwa ksatria ini dapat menggiring energi kaum muda ke arah penjernihan hati dan pembersihan diri, maka secara tidak langsung dialah Pemimpin Wudlu Kebumen.


penulis : Ichsan M

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.