Ads Top

Muqadimmah sebagai hasil pertemuan dengan kiai’ne Logandu

Ada yang istimewa dengan Likuran Paseduluran pada bulan ini, berada pada lokasi yang cukup jauh dan pastinya akan sangat melelahkan jika hanya berjalan kaki dari basecamp Likuran sebelum-sebelumnya. Kali ini Likuran Paseduluran berada di Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, Kebumen. Mencoba melakukan expansi dengan harapan mengenalkan terlebih dahulu Likuran Paseduluran kepada masyarakat pada di luar gerombolan yang hanya mencangkup daerah Jalan Raya Nasional saja.

Mengusung kelompok muda ke atas pegunungan terpencil ini merupakan salah satu media ibadah dengan cara silaturahmi dan pastinya menambah paseduluran. Dengan segala kerendahan hati dan kelapangan diri, dalam konteks ini tidak perlu saling membandingkan orang daerah pegunungankah atau orang pedesaan dekat jalan rayakah yang lebih baik. Karena dengan ini kita adalah sesama masyarakat Kebumen yang diusahakan mampu mbombong marwah orang-orang dari kelompok terpencil sebagai penjaga kearifan Indonesia dalam lingkup kecil.

Memandang masyarakat Logandu yang begitu dinamis dan adem ayem membuat saya selalu iri dengan kountur masyaraktnya yang masih sangat kokoh terjalin. Sekeliling pandangan terhampar luas sawah dan hutan pepohonan lebat yang mengartikan kesejahteraan masyarakatnya. Namun, tidak demikian dengan pemikiran para pemuda yang tidak sepihak dengan kondisi alam tersebut, dengan memilih kehidupan yang elegant dan hedonis kebanyakan pemuda memilih untuk merantau ke luar kota dengan alasan agar mudah dalam mendapatkan penghasilan berlimpah dan iming-iming gemerlap perkotaan.

Doktrinasi-doktrinasi kalangan atas berhasil menyuapi masyarakat dengan anggapan bahwa daerah tertinggal adalah daerah yang kebanyakan adalah masyarakat miskin dan tidak dapat berkembang. Maka dalam benak mereka terpikir bahwa orang sukses adalah setelah pergi merantau dan bekerja di PT bla-bla-bla dan membawa pulang motor baru. Warang-wurung setelah kontrak selesai, kemudian pulang dan nganggur. Dari sebuah pengamatan didapat hipotesa bahwa ketidakkonsistensian ini dikarenakan semakin tersingkirnya wadah-wadah komunitas pemuda yang sebelumnya menjadi media yang asyik bergelut dengan pola masyarakat yang tengah berlaku sehingga mereka memilih untuk menyingkir.

Pada akhirnya, yang masih bertahan pada lokasi setempat hanya kalangan orang tua dan anak-anak kecil. Dengan keadaan ini kebanyakan orang tua semakin mengarahkan dirinya kepada agama dari mayoritas agama yang mereka pegang teguh yaitu Islam Kejawen. Yaitu dengan menjalankan semua syariat agama Islam dan tetap menjalankan ritual-ritual istiadat setempat yang masih berlaku sehingga perjalanannya sangat dinamis.

Keberadaan Islam Kejawen yang masih menjadi mayoritas golongan masyarakat setempat ini pun akhirnya semakin tergusur dengan mudahnya dimasuki aliran-aliran tertentu yang sebenarnya menjerumus pada keadaan yang mengikis kearifan lokal tadi dengan menyatakan bahwa ritual-ritual di luar syariat agama sebenarnya musyrik sehingga banyak ditinggalkan. 

Seolah-olah hal ini juga menjadi doktrin untuk sebuah kebaikan dan memajukan masyarakat dalam bidang religius dan tidak bisa dicampurkan dengan budaya dan adat istiadat dengan Isalam yang harus disamakan dengan budaya Timur Tengah seperti Arab, Iraq dan sebagainya. Hal tersebut membuat suatu momok bahwa religius adalah hal yang perlu disegani dan tidak sedikit yang akhirnya menghindari itu.

Maka malam ini dengan digelarnya Likuran Paseduluran dengan judul “Sinau Bareng Masyarakat Logandu” diharapkan seluruh elemen masyarakat Logandu mampu membangun kembali mental masyarakat kecil yang tidak perlu dikecilkan, masyarakat yang rendah namun tidak perlu direndahkan ataepun masyarakat yang pelon namun tidak perlu diiming-imingi dan ditarik-tarik dengan cara penyatuan pemikiran dalam diskusi dan menguatkan lagi prinsip yang tidak bisa diothak-athik oleh hal yang dikatakan sebagai modernisasi. Dengan hisapan rokok dan bergelas-gelas kopi kita siapkan mata, hati dan pikiran semata-mata hanya untuk mencapai ke-Ridhaan Allah. Amiin!!!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.