Ads Top

Metamorfose

Adalah sebuah siklus kehidupan yang dimiliki oleh beberapa spesies makhluk hidup, seperti katak, serangga dan kupu-kupu. Pola kehidupan seperti katak, beberapa serangga dan kupu-kupu melewati periodisasi tertentu secara teratur yang berada dalam satu mata rantai yang disebut siklus. 

Fase kehidupan masing-masing seolah memisahkan satu generasi dan peradaban yang berbeda, namun terikat dalam satu rangkaian berantai.

Kupu-kupu mengawali dari telur-ulat-kepompong-kupu-kupu remaja hingga kupu-kupu dewasa dan kembali bertelur untuk melahirkan generasi berikutnya. Begitu juga pada katak, yang dimulai dari telor-kecebong-berudu-katak berekor dan katak dewasa. 

Untuk mencapai kedewasaan ternyata tidak bisa ditempuh secara instan, namun butuh perjuangan dan harus melalui fase (ujian) bahkan sampai mengubah jatidirinya. Tidak semua makhluk ini dapat menyelesaikan fase kehhidupannya secara sempurna, terkadang harus hilang tergerus predator lain atau kegagaln beradaptasi.

Ada hal yang menarik dari tiap tahapan siklus metamorphose karena mampu menggambarkan juga siklus fase kehidupan manusia. Fase ulat misalnya mempunyai bentuk yang mengerikan dan menjijikan, rakus, suka memakan daun apa saja, setelah itu ulat akan masuk ke fase untuk menjadi kepompong yang kehidupannya hanya berdiam, bahkan tidak makan untuk beberapa waktu. Ulat sejatinya tengah memasuki masa pematangan melakukan persiapan masuk ke fase kehidupan berikutnya yang lebih nyata, yaitu kupu-kupu yang indah warnanya, bebas, bisa terbang ke mana-mana, dan berganti menu makanan sebagai penghisap madu. Jika fase ini dapat lolos, maka pada saat nanti kupu-kupu juga akan mengakhiri kehidupan terindahnya di alam, untuk melanjutkan proses regenerasi.

Itulah kurang lebih gambaran kehidupan manusia, saat ini sebenarnya kita dalam fase kehidupan ulat, yang menjijikan, rakus, merusak tanaman sebelum masuk masa perenungan sebagi kepompong. Puasa adalah analogi bagaimana manusia tengah masuk fase ibadah yang sangat penuh dengan perenungan akan segala apa yang telah diperbuat pada fase kehidupan sebelumnya sebagaimana ulat. Manusia harus sadar, banyak melakukan iktikaf, mohon ampunan atas segala polah selama kehidupan sebelumnua, sebelum menyongsong kehidupan panjang dan indah seperti kupu-kupu dewasa yang bebas beterbangan dan banyak bertemu dengan taman bunga.

Setiap fase kehidupan memiliki masa tertentu sebelum masuk ke alam kelanggengan. Tidak semua makhluk mampu melewati fase demi fase, bahkan harus gagal di tengah jalan. 

Kita memang bukan kupu-kupu, namun analogi ini mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi akan ibadah kita di bulan Ramadhan, yang hakekatnya adalah sebuah proses metamorphose kehidupan untuk sejenak melupakan eforia drama kehidupan yang penuh hiruk pikuk dan kamuflase ketidaksejatian. Akankah kita mampu menjadi pribadi yang lolos uji dengan predikat taqwa (Al-Baqarah 183) atau akan gagal dan tidak mampu melahirkan generasi berikutnya, atau kalah dan tergerus zaman menjadi mutan kupu-kupu yang kehilangan jati dirinya, dan kosong…

 
 penulis : Suratno

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.