Ads Top

Muqodimah "Nggayuh Seduluran nang Gombong"

Likuran Paseduluran bulan ini sudah sampai putaran yang ke 30, untuk yang ketiga kali kita melingkar di luar tempat biasanya. Entah angin dari mana yang membawa kita harus kesana-kemari, semoga saja apa yang dilakukan oleh teman-teman merupakan maunya Alloh SWT. Untuk Likuran Paseduluran bulan ini diperjalankan ke Gombong pada malam Minggu besok, Tanggal 23 September 2017, tepatnya di Gang.Bogowonto Wero Gombong.
Berbicara tentang Gombong, ada sejarah dengan berbagai sudut pandang. Sekilas sejarah tentang Gombong pada zaman Belanda dulu adalah daerah pertama perbatasan demarkasi antara Pemerintahan Belanda dengan Indonesia, Gombong ke Barat sudah masuk dalam wilayah pemerintahan Belanda, dan Gombong ke Timur berada dalam kuasa Pemerintahan Indonesia, tepatnya daerah Karanganyar ke Timur, ditandai dengan Kali Kemit sebagai pemisahnya.
Jangan tanya tentang keberagaman yang ada di Gombong, etnis dan suku di Gombong, dari Jawa, Cina, sumatra, sunda, Arab, disini sangat komplit, apalagi Agama, dari yang diakui oleh pemerintah sampai yang tidak diakui, bahkan mungkin yang tidak beragamapun berdampingan mesra, harmonis layaknya pengantin baru. Dengan perbedaan tersebut, bukan jadi penghalang untuk saling curiga mencurigai, tuduh-menuduh, saling membenci, dan lain-lain. Disini kita sepakat untuk melebur, ajur-ajer dalam kebersamaan.
Kata simbahku dulu waktu merantau di ibukota, orang kalo di tanya Kebumen jarang yang tahu, tapi kalau ditanya Gombong banyak yang paham, walaupun jika mereka menjawab “kutise ayu-ayu karo akeh kipyikane, pitik jagone maen-maen nggo adu menangan” (PSKnya cantik-cantik sama banyak tempat judi, ayam jago aduanya bagus dan sering menang). "Ah.. itu kan dulu, sekarang ... "(silahkan diisi sendiri).
Masih hangat di benak kita bahwa beberapa hari yang lalu Gombong baru saja terkena musibah kebakaran pasar, sekitar 700 pedagang terkena imbas dari peristiwa itu, beberapa pedagang saat ini belum bisa berjualan lagi karena beberapa hal, bisa apa kita selain berbagi cinta? Wong secara materi kita di Likuran Paseduluran mayoritas masih golongan “lekir” sing ora bisa diarep-arep duite. Semoga di Likuran Paseduluran #30 benar-benar jadi sarana berbagi kesedihan, kegembiraan, dan meyakinkan bahwa ini bukan dalam rangka Alloh SWT memberi adzab, tapi Alloh SWT sedang dalam rangka menaikkan derajat warga Gombong di sisi Alloh SWT.
Dalam koridor ISLAM sudah akrab ditelinga kita tentang kerukunan/ persaudaraan antar umat beragama, umat seagama, umat senegara yang berpangkal pada kerukunan antar kemanusiaan, kesadaran bahwa kita berasal dari segumpal tanah, yang simbolik secara biologis yaitu peristiwa bertemunya sperma dan indung telur dalam kandungan ibunda lalu menjadi manusia seutuhnya dibekali hak dan kewajiban yang sama dalam berkehidupan, jika kita mampu menangkap sinyal-sinyal kebesaranNya. Hal ini yang sebetulnya akan banyak membutuhkan pemahaman sepanjang hidup manusia,bahkan sampai akhir jaman dan sepandai apapun manusia, tidak akan betul-betul sampai pada pencarian ini. Dalam forum ini kita melingkar bersama hanya  ingin mengajak anda semua untuk bersama-sama mendekati Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.



Penulis : Darwis Fauzi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.