Ads Top

MATURNUWUN KETEMU LIKURAN PASEDULURAN






Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip s’batang rumput liar
………..



Sebagian dari lagu ciptaan Bang Iwan Fals yang berjudul “Sarjana Muda” sedikit menggambarkan bahwa belum beruntungnya seorang dalam mencari karunia Tuhan. Namun beruntung tidaknya tergantung dari cara berfikirnya karena mungkin belum menemukan jalan terbaik. Dari beberapa pengalaman yang ada bagi pria ini cara pandangnya masih sangat lurus.
Dalam kesempatan lain pria ini diajak teman untuk berkunjung ke karanganyar mengikuti sebuah moment yang lain dari mainstream, yakni diantaranya : bebas mengutarakan pendapat  namun tetap berpegang pada prinsip 3 T (terakar, terukur, terarah), wacananya luas (tidak kaku dan beku), tanpa dipungut biaya, tanpa dibayar, tidak harus jadi member, tidak terikat dan tertekan, tanpa atribut kelompok dan parpol, lokasi terjangkau, murah meriah, hiburan musik dengan berbagai aliran, dapat berdiskusi, tanpa panggung, antara orang yang di depan dan belakang jaraknya dekat, waktunya sebulan sekali dan malam hari, berbagai kalangan dapat hadir, ada pencerahan ngaji dari yang ahli. Kaum hawa dan anak-anak serta orang tuapun ada.
Pria ini sangat berterimakasih (maturnuwun) setelah bertemu dengan Likuran Paseduluran Karanganyar Kebumen, karena sebelumnya acara seperti ini jarang terjadi. Ada kegiatan yang mirip namun tetap berbeda seperti di acara kampung-kampung, kampus-kampus, tempat hiburan, tempat ngaji, instansi pemerintah serta kegiatannya tidak menyatu antara satu dengan lainnya.
Moment ini dapat sebagai wadah sinau bareng dari berbagai kalangan dan kemungkinan dapat menjadi solusi-solusi permasalahan yang ada. Lambat laun dalam mengikuti rutinan ini pemikiran yang tadinya hanya lurus, bertambah adanya ilmu yang diagonal maupun zig zag. Pintu-pintu yang dulu tertutup sudah mulai terbuka untuk menjumpai ilmu-ilmu Tuhan. Banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tiap malem selikuran ini, untuk diri sendiri dan orang lain namun tetap filternya ada pada diri masing-masing.  maturnuwun.

penulis: M. Zen Muttaqin

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.