Ads Top

Jujur Ala Mendoan Kang Golong

Oleh: Zen Muttaqin
JUJUR ALA MENDOAN (kaya geguritan)
Jujur bae mendoan pancen enak
Jujur bae, apa maning mendoan anget, gurih tur nylekaming.Tambah maning di jodoni cikitan utawane sambel.
    Sandingane kopi panas, teh manis anget.
    Sempurnane maning karo krebal-krebul ngobrol ngalor-ngidul
    Yach gie nang “Likuran Paseduluran”
    Sing nang Karanganyar.
Ya mbuh nangapa ko aku kepikiran mendoan.
   
Jujur ala Mendoan (kaya curhatan)
Hampir setiap hari Kebumen di guyur hujan. Cuaca mendung, gerimis atau bahkan hujan deras menjadi musim yang sedang terjadi. Hampir disudut manapun wilayah kebumen tak luput dari melimpahnya air yang turun dari langit yang saya katakan anugerah, meskipun di sisi lain menjadi bencana besar atau musibah yang jelas semua ada nikmatnya.
    Dan keadaan inilah saya tertarik menulis soal mendoan karena eratnya cocok dan tepat disaat menikmati makanan berbahan dasar tempe yang diselimuti adonan tepung terigu dengan bumbu dan digoreng, dalam kondisi masih panas/hangat kejujuran cita rasa mendoan akan menambah semangat lebih untuk menyantapnya. Aja kelalen di jodoni cikitan (lombok) apa sambel.. Mak nyuss...
Sejarah tempe sampai sekarang belum ada literatur dari mana asal makanan ini berasal atau siapa penemunya!!! Tapi tempe berkembang dan populer di negeri ini sudah berabad-abad. Menjadi makanan yang merakyat sampai sekarang, sehingga kita bisa menemui mendoan tidak hanya di Kebumen, Banyumas, Wonosobo, bahkan banyak negara yang akan mengklaim tempe adalah makanan khas negaranya. Alhasil dunia belum bisa memberikan pengakuan hak paten dan brand terhadap tempe,

Kenapa ada tempe (mendoan) dengan jujur?
    Seharusnya kita bangga dengan sikap kita akan kejujuran baik dalam perkataan dan perbuatan, bukan karena jujur diajarkan oleh agama saja melainkan dengan modal yang mudah, murah dan anugerah lalu menjadi “latah” jujur hancur, jujur gugur dsb. Sehingga perbuatan jujur akan menjadi harta dalam kehidupan kita.
    Jujur adalah uang....
    Jujur adalah harta....
    Jujur adalah wanita, tahta,
    Jujur adalah kemaluan.
    Masih adakah sisa-sisa rasa malu di dada kita?

Itulah sebagian kutipan-kutipan coretan tentang kejujuran yang tidak sadar telah banyak di amini oleh masyarakat kita sebagai bentuk keputus asaan atau doktrin, karena atmosfer di negeri ini sudah sedemekian parah.
    Oleh karenanya saya belajar dan mempraktekan untuk berdaulat atas diri pribadi supaya tidak terjebak dalam lingkaran penuh kesalahan, kemunafikan, dan kezhaliman.
   
Mendoan, Jujur menjadi Berlian
    Pada akhirnya jujur akan menjadi harga mahal seperti halnya perjalanan tempe (mendoan) bukan hanya dinikmati oleh kalangan masyarakat biasa. Tempe menjadi menu kelas atas di lestoran luar negeri seperti di Jepang, Jerman, Inggris dll dengan harga tinggi dan banyak penggemarnya.
    Sampai saat ini kita sudah sangat akrab dengan menu tempe (mendoan) tapi masih jauh dari mengkonsumsi Jujur. Apa iya.... !!!
Enyong isin dadi wong kebumen ........ ?
Panganane Mendoan ....... ?
Bahasane Ngapak ..... ?
Gaweane ngarit, angon, nderes, repek !!!

Tempe menjadi berlian karena masih diperebutkan.
Jujur menjadi berlian karena terlupakan.

Dan cukup sekian. . . . . . .
(Glgg)
 





Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.