Ads Top

Angrem Pakarti

 Banyak kalangan ummat Islam Indonesia  bingung menanggapi persoalan yang terjadi akhir-akhir ini. Kaitannya dengan antara negara, pemerintah, dan keyakinan beragama. Yang kesemuanya didapatkan berdasarkan informasi dari media-media yang saat ini telah berkembang. Kemerdekaan media saat ini dengan berbagai lingkup penyampaian informasinya sudah sangat mengombang-ambingkan pola pikir masyarakat. Pandangan mengenai benar dan salah sudah sangat sulit untuk diketahui. Selain tidak punya ilmu dalam memahaminya, pun juga tak punya kuasa atas media yang telah beredar.

Dan ternyata dengan begitu hirukpikuknya permasalahan di Indonesia saat ini hanyalah sebuah petasan dengan daya ledak sedang. Dengan memasukan berbagai kemungkinan-kemungkinan yang membuat masyarakat Indonesia lebih fokus pada daya ledaknya saja. Bukan siapa pembuat petasan itu, apa tujuan dari itu, dst.

Nah, sedikit menyinggung peristiwa 411 kamrin menurut pengamatan LP sendiri merupakan akibat dari benturan peradaban, yang orang-orangnya memiliki prinsip, nilai, dan ketertarikan yang berseberangan.

Maka dari itu, mari sejenak kita instrospeksi diri. Melihat dan menilai diri sendiri maupun orang lain dari berbagai sudut pandang. Bulai nyicil dengan kemampuan yang dimiliki, berbuat baik dengan lingkungan masing-masing. Angrem atau berdiam diri untuk membenahi budi pekerti kita. Bukan berarti diam untuk menghindar, melainkan berdiam dalam rangka mempersiapkan kekuatan dan energi. Bukan untuk mempersiapkan peperangan atau permusuhan, tetapi untuk siap dalam keadaan apapun.

Tulisan ini bukan memojokan pada sosok seseorang atau ormas atau apapun. Apalagi menghujat. Hanya sebatas gambaran dari keterbatasan penggiat Likuran Paseduluran. Yang tentunya sangat butuh informasi-informasi lebih banyak lagi dari para pembaca untuk ikut njagong bareng (duduk bersama). Dalam rangka cinta pada Tuhan dan cinta karena sesama makhluk Tuhan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.