Ads Top

Menentukan Cara Hidup Sejati

Pada dasarnya, semua pendidikan itu baik. Membagikan ilmu kepada yang belum tau. Lebih baik lagi kepada yang mau dan menginginkan ilmu itu. Satu kebanggaan bagi si pemberi jika itu digunakan dengan baik oleh si penerima.

Masalahnya, bagaimana ilmu yang beredar sekarang ini? Sudah baik kah, atau hanya sekedar saja sebagai bahan obrolan. Ini belum diteruskan ke dalam aplikasi penerima lho ya. Ilmu yang diberikan apakah dalam rangka kebaikan atau suatu kepentingan. Ada skala baik-buruk, benar-salah, jelek-indah, dst.

Akan menjadi baik atau buruk juga tidak tergantung semata-mata karena si pemberi. Pun juga lebih benar dan salah tidak selalu karena penerima yang bodoh. Tinggal jelek atau indahnya bisa diukur berdasarkan dari penglihatan di luar si pemberi dan penerima ilmu.

Maka, bicara soal ilmu pendidikan akan berakibat pada tingkah laku seseorang. Akhlak yang betul-betul mempertimbangkan nilai yang didapat dari hasil kerja kerasnya sendiri. Nilai pada level terendah bisa kita lihat berdasarkan angka. Sedang di tahap paling tinggi sudah tidak pakai angka lagi, melainkan dengan kesejatian.

Kesejatian hidup, berpikir, melangkah, menentukan arah, koordinat, dan sinkron antara semuanya. Tidak hanya yakin, tapi lakukan (tandang) dengan baik dan benar berdasarkan kemaslahatan bersama, bukan kepentingan.

[mubaedi]

No comments:

Powered by Blogger.