Ads Top

Heroes Nusantara

Ada banyak sekali tokoh dalam dunia ini, baik nyata ataupun fiksi. Dongeng dengan berbagai karakter pemainnya juga memiliki peran yang berbeda. Kalau di luar negeri kita tahu ada tokoh superhero seperti superman, batman, spiderman, dll. Sedangkan di indonesia kita punya wiro sableng, si pitung, dll.

Dari berbagai macam tokoh yang ada, mereka memiliki kemampuan yang beragam. Keahlian istimewanya tidak bisa disamakan dengan yang lain. Dan memang tidak sama. Tapi memiliki persamaan. Yaitu sama-sama menumpas kejahatan. Ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Bukan sebagai gaya-gaya-an semata demi mencari popularitas.

Pahlawan yang sesungguhnya ya seperti itu. Tidak bertujuan untuk menjadi terkenal. Atau bahasa sekarang lebih dikenal dengan istilah pencitraan. Khalayak bakal tahu sendiri bahwa dia baik atau buruk. Masyarakat akan mengerti bagaimana kiprahnya berdasarkan yang ia lakukan. Tapi sekali lagi, itu semua bukan tujuan utama.

Setiap ada kejadian yang merusak, sang superhero selalu tampil yang terdepan dalam melawannya. Karena musuh utamanya ialah ketidakbaikan. Maka kewajiban utamanya ialah menumpas ketidakbaikan itu. Semua yang dilakukan semata-mata untuk itu.

Kita sedikit kupas superhero luar negeri yang secara pakaian memiliki kostum khusus. Baju itu ia gunakan saat melakukan aksi ke-pahlawanannya. Dengan ciri menyembunyikan identitas aslinya. Misal, spiderman memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai wartawan, namun ketika ada kejadian yang mengancam banyak orang, sang superhero dengan sigap langsung pergi ke tempat yang sepi dan membuka baju berganti kostum pahlawan.

Di Indonesia, pahlawan itu ya setiap hari berpakaian seperti itu. Wiro sableng setiap hari berpakaian seperti itu. Hampir bajunya ndak pernah ganti. Atau keterbatasan kita dalam mengetahui secara pasti jumlah baju wiro sableng yang sama yang membuat asumsi kita dalam menyimpulkan bahwa wiro sableng cuma punya satu baju dan tidak pernah ganti. Kesehariannya seperti itu, pergi ke tempat makan, ke tempat gurunya, berjalan-jalan, dst hanya itu-itu saja bajunya.

Yang ingin saya ungkapkan dalam tulisan ini tentang jiwa kepahlawanan nusantara yang tidak mengenal kostum. Tidak perlu memiliki baju khusus untuk bisa menjadi superhero. Cukup dengan meneguhkan kemampuannya dalam sehari-hari tanpa embel-embel baju, instansi tertentu, partai, organisasi, perkumpulan, dst. Dan itu dibarengi dengan istiqomah. Dilakukan terus-menerus sesuai dengan keahliannya.


Mubaedi[ ]

No comments:

Powered by Blogger.