Ads Top

Wali Paidi 15

Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, wali paidi jatuh sakit, karena perjalanan yang ditempuh wali paidi tidak semestinya, wali paidi pindah dari truck satu ke truck lainnya, kadang kehujanan kadang kepanasan, dan tubuh wali paidi tidak kuat menerima semua itu dan jatuh sakit. Wali paidi terbaring tak berdaya dipembaringan, badannya panas, matanya terlihat semakin cekung karena kurang tidur, tapi senyumnya masih tetap sama, cerah dan menyenangkan seperti orang tidak sakit, para tetangga satu persatu menjenguk wali paidi, ada yang membawa buah-buahan dan ada yang memberi uang, sebagian para tetangga berinisiatif mengantarkan wali paidi untuk berobat di rumah sakit terdekat, tapi wali paidi menolaknya

terima kasih, biarlah , 2 atau 3 hari akan sembuh sendiri “ jawab wali paidi

Para tetangga sangat sayang kepada wali paidi ini, bukan karena wali paidi ini wali ( karena para tetangga tidak tahu kalau paidi ini seorang wali ) dan bukan juga karena wali paidi ini orang kaya tapi karena wali paidi ini orang yang dermawan, suka menolong dan sopan terhadap yang tua dan sayang terhadap yang muda

Ketika memasuki hari ketiga, tubuh wali paidi demam tinggi, sehabis sholat isya yang dilakukan dengan terbaring, tubuh wali paidi tidak kuat menahan, dan wali paidi tidak sadar ( pingsan ), dia baru tersadar ketika merasakan ada orang yang menyeka tubuhnya dengan handuk dingin, orang ini sangat ganteng dan bersih, seorang pemuda yang sangat tampan

siapakah anda “ tanya wali paidi

saya adalah amalan sholawat yang biasa sampeyan baca, saya akan menjaga sampeyan sampai sembuh“ ucap pemuda ini

Wali paidi kaget juga mendengar penuturan pemuda ini,

apakah aku sudah mati “ tanya wali paidi

dengan tersenyum pemuda ini menjawab “ belum

Wali paidi tertegun dan terdiam, tidak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar wali paidi

assalamu’alaikum...” ucap tamu tersebut

wa alaikum salam ..” jawab wali paidi dan pemuda ini berbarengan

Pemuda ini membungkukkan badannya dan berbisik kepada wali paidi

kang, tamu yang datang ini adalah malaikat “ bisik pemuda

apakah malaikat izrail “ tanya wali paidi

hehehe, bukan tapi malaikat rohmat “ jawab pemuda

kalau begitu bukakan pintu kamarnya mad, gak papa kan kalau kamu aku panggil somad “ ujar wali paidi

iya gak papa kang “ jawab somad dengan membuka pintu kamar

Tampaklah yang masuk seorang pemuda yang juga tampan dengan membawa baskom

siapakah anda “ tanya wali paidi

saya malaikat rohmat “ jawabnya

kopikah yang kau bawa di baskom itu“ tanya wali paidi

hahaha...kang..kang “ somad tertawa mendengar pertanyaan wali paidi

Malaikat rohmat lalu meletakkan baskom di meja sebelah tempat tidur wali paidi

lalu menjawab “ bukan kang, tapi air dari telaga kausar guna diminum dan buat wudlu

Lalu malaikat yang berwujud pemuda tampan ini pamit, dan sekitar 5menit kemudian datang tamu lagi,

ternyata baginda Nabi Muhammad yang datang, kamar wali paidi langsung harum semerbak, wali paidi berusaha bangkit, tapi nabi menyuruhnya tetap berbaring

“ Ali Firdaus, bergembiralah...karena derajadmu sudah dinaikkan oleh Allah “ ucap nabi kepada wali paidi

Nama wali paidi ini memang sebenarnya Ali Firdaus, tapi Nabi Khidir memanggilnya dengan sebutan paidi, nama yang berasal dari kata faedah, Nabi Khidir berharap wali paidi ini menjadi orang yang berfaedah, karena sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat buat sesamanya dan itu akhirnya terbukti

Wali paidi mendengar perkataan nabi ini hanya bisa menangis, tidak bisa berkata kata, dia hanya bisam menangis dan menangis lagi. Setelah nabi keluar, datanglah Nabi Khidir, beliau  banyak menurunkan ilmu-ilmu hikmah yang luar biasa kepada wali paidi, walaupun pertemuan wali paidi dengan Nabi Khidir ini begitu singkat tapi ilmu yang didapat wali paidi sama dengan ilmu orang yang belajar selama 100 tahun.

Berikutnya datang silih berganti wali-wali yang dikenal wali paidi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai mursyid guru dari wali paidi, ketika mas kiai mursyid datang, tubuh wali paidi sudah segar dan sehat, mas kiai mursyid datang dengan membawa kopi dan rokok, setelah sholat shubuh berjamaah dengan mas kiai mursyid , mereka melanjutkan dengan acara ngopi dan ngerokok bareng, wali paidi sekali lagi dapat wejangan-wejangan dari mas kiai mursyid. mas kiai mursyid sedikit membuka rahasia arsy, membuka jalan yang akan dihadapi wali paidi kelak, dan setelah sholat dhuha mas kiai mursyid pulang,

Memang para wali-wali Allah itu ketika sakit banyak mendapatkan ilmu-ilmu hikmah yang luar biasa, kita melihat mereka dengan pandangan kasihan karena sakit yang dideritanya, tapi dibalik itu semua para wali-wali Allah sangat berbahagia ketika dirinya sakit.

Penulis: KNN

No comments:

Powered by Blogger.