Ads Top

GOMBONG (GOlet boMBONG)

Apapun tujuan manusia berkehidupan adalah mencari kebahagiaan. Kebahagiaan itu sendiri tercapai ketika hati dan fikiran sinkron dengan apa yang dimau Tuhan, karena dialah sumber dari semua. Sementara saat ini orang beragama, orang bernegara, orang berbudaya merubah tujuan dari itu semua dengan cara dimanipulasi dan dimanfaatkan sedemikian rupa oleh orang itu sendiri untuk kepentinganya, sehingga tidak menimbulkan efek ketaatan dan keteraturan, tapi malah menimbulkan was was, panik, takut. Bukankah tujuan dari agama budaya dan negara adalah menciptakan rasa aman, nyaman serta keteraturan yang pada membuat hati kita merasa bombong dan bangga dengan agamisnya, budaya yang menempel dari lahir, dan segala aturan yg dibuat di negara kita?

Jika rasa bombong diartikan dari sisi lain, ternyata Alloh sedang membiarkan kita bernikmat nikmat dengan kenyamanan semu itu, maka repotlah kita,diuji sudah, diperingatkan sudah, celakanya kita semua tidak sadar jika kita sedang dibiarkan, didiamkan terjebak didalam bombong yang kita tafsirkan sebagai anugrah, barokah.

Pada LP yang ke 40 ini, kita melingkar juga ada perlunya membahas tentang berbagai fenomena yang terjadi di Kebumen saat ini, dari gerak kaum muda yang semakin menunjukan gelagat perubahan menuju perbaikan di berbagai sisi dengan banyaknya komunitas yang tumbuh subur jumlahnya, bergantinya hari lahir Kebumen yang mungkin menjadi polemik beberapa tahun terakhir, adanya rencana pembangunan kawasan industri dipesisir pantai selatan Kebumen. Masihkah Kebumen menjadi Bumi yang layak untuk dibombong dihati dan fikiran serta bangga diucapkan?

Mari kita melingkar di Roemah Kopi Gombong, Sabtu 21 Juli 2018 dimulai pukul 20.00 WIB, semoga Alloh menyediakan waktu sejenak untuk kita semua ikut melingkar, yang apapun hasilnya nanti, kita persembahkan kembali kepadaNya.



No comments:

Powered by Blogger.