Ads Top

Tenang

Lama tak menikmati tenang, setelah hampir dua minggu menyusuri jalan-jalan peradaban riuh. Betapa hebat Mereka yang kuat hidup diarus deras dan mengepung tanpa kehilangan kesadaran tenang.

Lembar pertama dari buku kedua setelah tahunan puasa buku ku menemukan kata game theory, kata yang dulu pernah akrab ketika Bandung menjadi tempat bernafas dan buang hajat. Dan Brown memang penuh kejutan, meski ngga bikin kaget-kaget bangett juga sih. Bagi mereka yang tersedak gelombang Maiyah dan kemudian menelannya, maka tak ada serba-serba dunia ini yang mampu membuat kaget atau sekedar pantas dikhawatirkan.

Game theory adalah cabang ilmu asik sebenarnya, modeling berbasis komputer untuk meramalkan masa depan, keren kan. Dari melihat alternatif solusi macet di desa sampai nasib sebuah negara, dari suksesnya sebuah produk hingga terjungkalnya sebuah MNC, pokoknya asik. Meski kemudian selalu tertantang tuk memasukkan qada-qadar dalam variabel input. Manusia berperan tuhan, Tuhan tersenyum dan mengiyakan. Dan manusia roboh dalam sepi, hina dan tersiksa.

Kita gopoh menyikapi sains, disangka Tuhan adalah faktor terpisah, atau sebaliknya, padahal apa yang bukan dari Tuhan? Kecanggihan logika manusia mengalahkan indahnya ketetapan Tuhan dalam momentum jatuhnya sehelai daun di halaman tetangga. Berbagai model dan metode lahir tiap hari, makin canggih tapi makin membuat manusia kesepian. Tapi tak apa, mudah-mudahan itu jalan bertemu Tuhan.

Dunia sedang asik-asiknya, org makin kehilangan arah. Motivasi dicari di aula-aula seminar dan workshop. Orientasi makin mengerucut di pencapaian materi. Yang benar lagi terseok-seok, jangankan berjalan, mencoba merangkak saja bagai terhimpit gunung Rinjani. Indah tapi berat. Bagai menggenggam bara api kata Kanjeng Nabi.

Tapi kopi taneuh jampang dan rokok CK ini menemani, seraya berujar bahwa kami adalah harapan semburat bangbang wetan akan segera dipantulkan oleh cai tanah sundawi, pernikahan agung yang akan mencahayai jagat raya.

Tapi, dmn Sahabat-sahabatku yg biasa menemani?

Belum rampung kucari jawaban, Tuhan membisiki, "sampai kapan pun kamu akan tetap sendiri, karena Aku tak sudi Kewajibanku menjaga dan membimbingmu teralihkan oleh dangkalnya harapan dan ketergantunganmu kepada makhluk."

Istighfar dan bershalawat. Ah serunya hidup ini. Jadi pingin nyandung euy


Penulis: Iwa M

No comments:

Powered by Blogger.