Ads Top

Patuh Pada Media

Betapa inginnya aku menjadi orang terkenal. Betapa nikmatnya andai aku bisa menjadi warga negara termasyhur. Menjadi publik figur, figur masyarakat, tokoh khalayak, idolanya orang banyak, dikerubungi orang di mana-mana, dimintai tanda tangan, direpotkan oleh permintaan foto bersama, serta berbagai kenikmatan lainnya yang hanya sangat sedikit orang punya kesempatan untuk memperolehnya.

Terkenal berarti istimewa. Dianggap penting oleh semua orang. Dipercaya mampu melakukan apa saja, melampaui wilayah-wilayah  kompetensi. Nyanyi ya bisa, akting ya jago, jadi wakil rakyat ya hebat, jadi pejabat juga pasti lebih dari pejabat-pejabat lain karena terkenal. Apalagi sekedar ustadz dan kiai, pasti ustadz istimewa dan kiai khusus.

Terkenal itu lebih hebat dibanding berilmu, dibanding profesional, dibanding saleh, dibanding apapun saja. Menjadi orang terkenal lebih dipilih orang untuk dijadikan apa saja dibanding orang terampil, cakap, bermoral, berintegritas, dan jenis unggulan apapun saja lainnya. Andaikan ada Nabi atau Rosul, kalau perlu jika ada Malaikat atau Jin yang berada dalam konstelasi : berani taruhan orang terkenal akan memperoleh suara lebih banyak dibanding mereka semua itu dalam pemilihan-pemilihan. 

    Asal aku terkenal, masyarakat menjadi cinta. Dan karena cinta, mereka tak berfikir panjang. Kalau mereka butuh pemain sepakbola, pilihan utama adalah orang terkenal. Kalau mereka perlu pemimpin negara, imam agama, pengurus organisasi, perwakilan politik, atau apapun saja, orang terkenallah yang menjadi sasaran utama untuk dicontreng, dicoblos, atau pokoknya dipilih.


penulis: Zen Muttaqin

No comments:

Powered by Blogger.