Ads Top

Doa Nabi Yunus

Kekecewaan yang begitu dirasakan nabi yunus sangat terlihat jelas saat beliau meninggalkan kaumnya dengan perasaan marah. Campur aduk dengan perlakuan kaumnya yang sangat buruk.

Secara pastinya, kita sendiri masih meraba-raba tentang perlakuan apa saja yang sudah dilakukan kaum nabi yunus kepadanya. Pada intinya, beliau marah hingga pergi ngeloyor ke tempat lain tanpa seijin Allah. Hijrah karna pikirannya ruwet, hampir putus asa dibuatnya.

Hingga Allah menempatkannya ke dalam suatu tempat yang sepi dan sunyi. Tak ada suara apapun, tak ada manusia, tumbuhan dan tempat yang sangat berbeda dari permukaan bumi pada umumnya. Ya, di dalam perut ikan.

Ia sangat menyesal telah marah dan meninggalkan kaumnya. Perenungannya di dalam perut ikan mendorong ia untuk berdoa. Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minadzh Zhaalimiin. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya. Semua jangkauan manusia adalah ruang lingkup yang Allah kuasai. Pengakuannya sebagai orang yang telah melakukan dholim karna lari dari tanggung jawabnya.

Dengan kasih dan sayangNya, Alloh memperkenankan doanya. Tidak selang lama, keluarlah ia dari dalam perut ikan.

Kesimpulan pribadi yang dapat saya ambil adalah tentang nafsu marah dalam berhijrah. Kita memiiliki pandangan baru tetapi karna dilandasi dengan marah, bisa dendam atau lainnya. Nantinya Allah akan memberi kesunyian yang sangat luar biasa. Tidak seperti biasanya. Tapi kalau kita bisa menguasai akan skenarionya Allah ini, insyaallah dengan pengakuan kesalahan kita. Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang luar biasa pula.


penulis: Mubaedi

No comments:

Powered by Blogger.