Ads Top

Bebrayan Zaman

Simbiosis memang tidak selama mutualisme, saling menguntungkan. Terkadang menguntungkan di satu sisi, tapi merugikan di pihak yang lain. Hidup bermasyarakat sejatinya adalah sebuah simbiosis, membangun interaksi antara komponen biotic dengan biotic atau biotic dengan abiotik, untuk menemukan formula yang pas, dengan tujuan saling menguntungkan, bukan untuk saling menenggelamkan. Butuh waktu untuk dapat menemukan frekuensi yang sama sampai menemukan formula yang tepat. Sebab pada hakekatnya, manusia memiliki ego untuk menunjukkan eksistensi, apalagi dalam kelompok masyarakat. Rasa ingin dihormati, dipuji, sampai rasa ingin menang sendiri adalah sifat dasar manusia yang hanya bisa dikendalikan. Wajar, jika kendali yang dilakukan oleh akal budi ini tidak mampu dilakukan, maka energi liar ini akan memendar tak terarah dan dapat menjadi virus bagi orang lain, yang akhirnya dapat memicu respon negatif. 


Perbedaan yang terjadi dalam kelompok masyarakat harus kita maknai sebagai suatu energy magma yang apabila keluar tak terkendali bisa menjadi bencana yang dapat meluluh lantakan yang ada, bahkan bisa membunuh spesies yang ada, Tetapi jika dapat dikelola di knalnya, bisa jadi menjadi energy alternatif yang bermanfaat.

Bertempat di Desa Candi, desa dengan Prasasti/monument Candi, adalah desa bersejarah yg pada masa penjajahan digunakan sebagai medan pertempuran tentara kita dengan penjajah. Banyak tempat dan tokoh saksi sejarah di desa ini yang masih memegang teguh kultur budaya lama namun di satu sisi muncul peradaban baru yang banyak menjadi gaya anak muda. Perbedaan dua alur pemikiran ini seolah membangun tabir baru, sehingga banyak potensi daerah dan masyarakat kurang berkembang bahkan terkekang. Pola masyarakat menjadi apatis, kurang kreatif dan partisipasif dalam mengembangkan diri dan wilayahnya. Sejarah menjadi seolah-olah terkubur, budaya dan tradisi menjadi terberangus zaman, tidak bisa berkembang oleh para pewaris generasi muda. Potensi wilayah nyaris tak mempunyai ruang untuk berkembangan tatkala banyak menemui hambatan. Kehadiran pemerintah belum sepenuhnya mampu menjawab harapan masyarakat, tatkala belum menemukan formula dan mind sheet yang sama untuk menyatukan puing-puing yang masih berserakan.

Butuh media untuk dapat menyatukan dua kekuatan besar dalam satu kerangka kesatuan pola pikir, untuk bangkit membangun wilayahnya. Sekarang Candi butuh prestasi.

Likuran Paseduluran yang sudah pada putaran ke 36 ini, yang akan diadakan tepatnya di Balai Desa Candi, pada hari Sabtu 24 Maret 2018, Insyaalloh akan dimulai Pukul 20.00 WIB – Selesai. Forum Diharapkan bisa menjadi pondasi jembatan untuk saling mempertemukan semua potensi yang dilandasi Paseduluran dan Sinergi antar generasi, atas Ridho Alloh SWT.


Penulis: darwis f


No comments:

Powered by Blogger.