Ads Top

Nglambeni Kebathilan

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَـقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَـقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

"Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya."(QS. Al-Baqarah: Ayat 42).

Yang menurut kyai muzamil dengan tafsir muzamili mengungkapkan bahwa kata "talbis" itu bukan mencampuradukan. Karena baginya yang namanya kebenaran dengan kebathilan itu ibarat air dengan minyak, yang walaupun dicampur aduk, tetap hasilnya berpisah dengan sendirinya.

Dalam tafsir muzamili kata "talbis" berarti membajui, dalam bahasa jawa itu nglambeni. sehingga artinya kurang lebih menjadi "janganlah kamu mbajuni (nglambeni) kebenaran dengan kebathilan...."

Kebaikan yang di bajuni dengan kebathilan akan semakin samar hingga kabur. sulit membedakan antara benar salahnya. baik buruknya. Saking pinternya orang nglambeni kebathilan itu.

Satu contoh dari peristiwa turunnya nabi Adam as ke bumi karena kesalahan dalam memakan buah khuldi. Padahal kata "khuldi" sendiri diambil dari perkataan iblis itu. Tuhan hanya memberi peringatan kepada nabi Adam untuk tidak mendekati buah tersebut, tanpa menyebut nama. Jadi nama khuldi itu dari iblis.

Kedua, adakah diantara kalian yang memiliki prinsip keyakinan bahwa adakah kesalahan yang pernah dilakukan seorang nabi?

Pertanyaan dengan porsi godaan sedikit. lalu, mindset kita yang telah terpelihara berabad-abad lamanya yang telah melekat bahwa kesalahan nabi Adam as adalah memakan buah khuldi?
begitukah? sepakat? kalo iya. berarti nabi Adam as yang mempunyai kesalahan terbesar sepanjang peradaban manusia hingga sekarang.

Oke, kita anggap kalau nabi Adam as ini tidak salah.

Tahap berikutnya akan timbul pertanyaan semacam ini. "lalu, jika nabi Adam as tidak salah, kenapa tetap dikeluarkan dari surga? itukah yg akan diungkapkan kalian?"

Sedikit penjelasan dari kyai muzamil tentang apakah orang yang masuk penjara karena mesti punya kesalahan? para tahanan narapidana itu = orang bersalah?

Nabi Adam as itu tertipu. Bedakan antara salah dengan tertipu. Salah satu penyebabnya bisa dikatakan dalam tafsir muzamili yang sudah disebutkan diatas, dengan talbis ini iblis mencoba nglambeni kebenaran yang sudah ditetapkan Allah dengan kebathilan, kelicikan iblis untuk menggoda.



penulis : i. Mubaedi

No comments:

Powered by Blogger.