Ads Top

LIKURAN BOARDING SCHOOL

Seperti khalayak ramai saat ini, khususnya dalam dunia pendidikan. Banyak orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan bermutu tinggi. Atau dengan sistem pendidikan yang sudah modern dengan bukti banyaknya prestasi yang sudah dicapai oleh lembaga tersebut. Dan didukung oleh gedung berfasilitas kelas atas. Gedung yang tampak megah dan kokoh terlihat menjulang seolah memancarkan cahaya keilmuan yang luar biasa. Belum lagi saat pagi hari, banyak mobil yang antri sampai macet memenuhi jalanaan depan sekolah, para orang tua yang secara bergantian mengantarkan anaknya ke sekolah.

Pemandangan pada gambaran sekolahan seperti di atas dapat dilihat di sekitar anda. Jika tidak ada, terpaksa searching di Google saja akan menjumpai banyak sekali sekolah yang mewah seperti itu.Dimana orang tua rela menggelontorkan biaya yang tidak sedikit untuk anaknya demi sekolah di tempat tersebut. Ikhlas dan yakin pada lembaga sekolahan tersebut untuk mengubah pola pemikiran anaknya sebagai dasar substansi ke depan dalam kehidupan anaknya. Dengan iming-iming jaminan yang sangat memuaskan, baik dari segi keamanan, prestasi, serta jenjang karir yang jelas.

Keadaan seperti ini bisa jadi disalahgunakan oleh para investor. Pada pemburu materiil keduniawian yang segala modal yang ia keluarkan hanya untuk mendapatkan keuntungan kembali. Padahal jika dilihat dari sejarahnya dulu Ki Hajar Dewantara sudah mengonsep pendidikan berupa taman pendidikan yang awalnya bertujuan semata-mata mencari ilmu dan meningkatkan Sumber Daya Manusia. Hari ini apa yang terjadi dengan pendidikan? dengan jargon pendidikan karakternya, kini semua berubah menjadi ajang bisnis. Dengan dibungkus label pendidikan berkualitas tinggi bak makanan restoran Hongkong. Benar atau tidak, percaya atau tidak silahkan buktikan sendiri saja.

Pertanyaan yang muncul, lalu salahkah jika pendidikan sekarang dijadikan seperti itu? Jika kita mengacu pada Quran/Hadis.

Kita tahu, bahwa dulu para sesepuh leluhur kita tidak mengenal istilah sekolah dengan sistem pendidikan seperti yang diterapkan di zaman sekarang. Bukan karena mempunyai ijazah yang tinggi baru bisa bekerja dan mendapatkan uang lebih banyak. Cukup bermodal pengalaman yang diberikan dari orang tua dan biasanya sifatnya memanfaatkan alam sekitar. Dan tidak terlepas dari komponen di kehidupan sekitar dan sehari-hari.

Hakikat mencari nilai yang sejati inilah yang sedikit demi sedikit mulai terkisis oleh budaya-budaya yang bukan warisan dari orang tua kita masing-masing, melainkan berdasarkan apa yang mereka lihat di media yang dianggap canggih di zaman yang dikira modern ini. Segala sumber ilmu serta teori dapat diakses dengan mudah. Seperti halnya internet, membuat seolah dunia di genggaman tangan. Yang tanpa disadari membuat pengkerdilan segala sesuatu.

Likuran boarding school ini juga tidak mau kalah dengan sekolah-sekolah lain. Ingin mencoba peruntukan dalam berlomba-lomba mencari kebaikan bukan materiil. Bermodal Bismillah, tidak terbatas pada gedung atau ruangan, berdurasi berjam-jam, biaya seadanya, absen kedatangan tiap bulan, serta guru dengan kategori lilahi ta'ala. Harapannya keinginan akan hal ini akan segera terwujud. Dukungan, semangat, serta dorongan dan doa dari semua yang baik membaca tulisan ini ataupun tidak akan mempengaruhi realisasi dari rencana ini.



Penulis : Mubaedi

No comments:

Powered by Blogger.