Ads Top

Kematangan Adalah Kesempurnaan Proses

Tidak sedikit orang yang selalu ber-andai ketika Ia menggantikan kedudukan pimpinan pasti kelompoknya akan menjadi kelompok yang terbaik sesuai keingingan hatinya. Namun, tidakkah disadari bahwa seluruh kebaikan tadi hanyalah prespektif pribadinya memandang kebaikan bagi dirinya. Begitu kiranya idealism ini adalah kedudukan pengetahuan budi yang begitu rendah.

Pesona dan penyampaian yang tegas dengan berpikir sesuai trend yang berkembang menjadi pilihan utama masyarakat untuk memilih dan menobatkan sosok pemimpin muda tanpa mengulik lebih dalam apa saja isi yang tengah disampaikan. Hal ini kembali lagi kepada pemikiran idealisme masyarakat tertentu yang selalu menginginkan sosok yang sempurna menurut dirinya. Namun ada banyak hal yang harus dipikirkan mendalam seluruh keputusan-keputusan tersebut yang saya anggap seperti lelucon apalagi untuk urusan yang menyangkut kepentingan umat. Dari menyelidiki adakah unsur politik praktisnya, kepentingan golongan tertentu atau sekadar obsesi buta.

Sebelum jauh berjalan pemikiran kita, sebaiknya mengenal dulu apa itu arti kata muda yang sebenarnya. Menggali makna dan keseluruhan anggapan dari ungkapan tersebut. 

Dalam deskripsi yang sesungguhnya, belum pernah saya menemukan kategori sebenarnya muda itu. Berapakah usia muda? Dan berapa beban yang dapat diangkat oleh seseorang untuk bisa dikatakan muda? Karena sebenarnya muda hanya anggapan orang yang lebih lama menjalani suatu dari pada orang muda tadi di dalam suatu kegiatan yang sama.

Misalnya seorang manajer yang bekerja jauh lebih lama dari pada karyawan baru yang hanya menginjak waktu ke 6 bulannya bekerja, pasti sang manajer mampu berkata "umur kamu bekerja di sini masih sangatlah muda dibandingkan dengan saya". Jadi bagaimana jika hal tersebut diimplementasikan dalam kehidupan nyata? Pastinya orang tua selalu memudakan banyak orang. Jadi, seperti apakah deskripsi muda yang sebenarnya?

Mungkin itu sebabnya keseluruhan syariat agama yang saya ketahui selalu memprioritaskan yang tua sebagai sosok pemimpin dalam kelompoknya. Dari segala pengetahuan yang dialami dan pengalamannya, akan menjadikan budi semakin terasah dan mampu mengendalikan berbagai keadaan. Meskipun pada akhirnya tercipta suatu permasalahan baru yang dianggap harus diselesaikan oleh kaum muda yang sangat mutahir dengan ilmu yang berkembang dan tidak kolot, sebenarnya orang yang sudah berpengalaman pasti pernah mengalami esensi permasalahan yang hampir sama dengan aksidensinya saja yang berbeda. Dan ini hanya akan didapat setelah orang mampu mengendapkan idealisme individualnya, yang akan dikatakan sebagai orang dewasa. 

Meskipun dewasa tidak dapat dikategorikan dalam spesifikasi umur, namun pemikiran dewasa adalah hal yang lebih dinamis dan mampu berpikir secara empiris. Dalam kenegaraan, dewasa dibatasi oleh umur 17 tahun keatas dan untuk mengadakan kesepakatan bisnis seperti perbankan, minimal orang tersebut telah berumur 21 tahun, sebab penilaiannya berdasarkan analisa secara umum manusia. Adapun presiden sebagai pemimpin negara Indonesia mempunyai syarat minimal telah berumur 35 tahun. Plato juga memiliki pandangan idealis tentang seorang pemimpin yang harus menjalani tahap pendidikan hingga seorang dianggap layak sebagai aparat sipil dan lagi menjalani tahapan belajar selanjutnya agar mampu mendapat jabatan lebih tinggi hingga menjadi pimpinan negara. 

Manusia tidaklah dituntut untuk sempurna, namun sebuah kematangan adalah bentuk kesempurnaan proses. Kematangan seseorang adalah saat Ia telah dikatakan dewasa secara pemikiran maupun tindakan.

Setelah seluruh dunia diracuni dengan doktrin-doktrin sehingga menjadi fundamental, akhirnya orang-orang muda harus menjadi agresif, moderat dan menggebu-gebu untuk suatu kepentingan. Padahal sosok pemimpin yang seharusnya adalah orang yang mampu mengayomi keadaan tersebut dan tetap dengan sikap tenang dalam menghadapinya. 

Dinamika kehidupan memang selalu membawa manusia kepada banyak hal yang diinginkan, namun kembali lagi pada masing-masing kepribadian sehingga mampu berpikir secara realistis bahwa manusia sudah tidak dimudahkan lagi dengan wahyu-wahyu dari Tuhan yang menurunkan nabi-nabi yang secara khusus didedikasikan sebagai pemimpin. Namun, setidaknya ketika manusia mampu menahan diri terhadap keburukan-keburukan dan selalu berupaya dalam kebaikan Ia mampu memimpin diri yang hanya bagian sangat kecil dari lingkup Indonesia, bahkan Kebumen.


Penulis : Ado

No comments:

Powered by Blogger.