Ads Top

Jatijajar




:: kamiSastra ::


Oleh: Faishal Nur Amin


Sebuah gua

Tujuh sungai mengalir di dalamnya

Alirannya, geraian rambut Dewi Ciptarasa:

Memanjang hingga kedua betisnya yang sebunting padi tua

Dalam gua

Terdengar ricik air dari stalaktit dan sesekali kalong mencicit

Menembus ceruk dinding gua, imajiku melangit

Di sini, Arya Kamandaka pernah bertapa.

Lekukan-lekukan cahaya diorama yang masih kuterka

Lubang gua

Kerlip lampu hias di beranda

Adalah permulaan jalan menuju Sang Sunyi:

Hanyut bersama arus derasnya

Atau masih setia meniti sepi

Kebumen

No comments:

Powered by Blogger.