Ads Top

Kacamata Kehidupan

Sering kita baca dan dengar ungkapan "ini hidupku dan ini yang aku lakukan sesuai apa yang aku sukai" atau "yang penting hidupku nggak merugikan orang lain" atau "nggak usah atur atur hidup saya deh.. toh kamu nggak kasih aku makan"

Memang hidupmu adalah perjalanan yang kamu jalani sendiri, tapi kamu juga tidak betul betul sendiri. 

Dari sudut pandang pribadi kita beranggapan bahwa hidup kitalah idealnya tata cara hidup orang lain, tapi lupa ada kehidupan kehidupan lain dengan tata cara yang lain. 

Ada pula yang beranggapan bahwa sayalah orang paling sering dikecewakan paling menderita diantara yang lain, ternyata hanya ungkapan untuk bersembunyi dari ketidakmampuan dan ketidakmauan dia memahami penderitaan orang lain.

Hal ini sering membingungkan penentuan posisi manusia ada dimana. Belajar dari kacamata maka kita harus lebih jeli melihat sesuatu, lalu kita pilih titik fokus kita, fokus itu bertemunya koordinat antara akurasi dan kemauan kita melihat sehingga tercipta batasan pandangan. Tetapi sejatinya manusia tidak disiapkan untuk fokus pada satu koordinat objek saja, tapi sudah dibekali hardware dan software dengan kemampuan luar biasa dari Gusti Alloh untuk melihat memahami dan bereaksi terhadap jutaan koordinat subjek predikat dan objek secara bersamaan. Dan bisa berposisi di titik koordinat manapun dalam berkehidupan.


Penulis : darwis200118

No comments:

Powered by Blogger.