Ads Top

Jaman Bagus

Sangkan paraning dumadi menurut bahasa adalah dari mana asal muasal manusia dan akan ke mana arah di kehidupan dunia ini?. Sejak awal manusia ada, proses pertemuan antara adam dan hawa benar-benar fitroh alias suci termasuk juga awal manusia lahir. Hasil dari pertemuan dua manusia itu mengakibatkan adanya qabil dan Habil ila akhirihi....

Hingga akhirnya akan di kemanakan hidup kita ini, yang contohnya Nabi kita saja hanya 63 tahun, kemudian saya baru berapa tahun dan jika contohnya 63 tahun maka tinggal berapa waktu lagi hidup saya di alam dunia ini?

Contohnya tembuluk ( biji kelapa yang masih kecil ) pun masih umur berapa hari sudah jatuh dari tangkainya, lain halnya kelapa yang sudah tua di atas pohon bertahun-tahun tidak jatuh juga? Maka sampai kapan usia manusia itu akan hidup. Maka apakah harus bawa bekal untuk menuju kematian hidup ini yang tak tahu kapan kontrak hidup ini. Wallahu a’lam

Sebenarnya ini sebatas pemikiran dari perenungan sehari-hari manusia biasa yang memandang kehidupan dari sudut pandang dengan kebiasaan orang pada umumnya. Belajar dari sebab akibat, sebagai contoh mengapa ada anak karena ada pertemuan antara bapak dan ibu, mengapa ada manusia? karena ada pertemuan antara adam dan hawa.

Mengapa Allah membuat kehidupan ini karena la’ibun wa lahwun, Allah ingin membuat permainan di alam dunia ini maka BERGEMBIRALAH dengan kehidupan ini, karena tidak ada apa-apa di kehidupan ini kecuali telapak kaki siapa yang dapat masuk pintu rumahmu.

Maksud dari pernyataan bergembira yakni janganlah mudah menyalahkan orang lain, karena mungkin orang yang sedang salah tersebut belum menemui ilmu yang benar atau masih TK/ PAUD/ KB/PLAYGROUP bahkan balita. Belajar kita harus sampai liang lahat jangan hanya berhenti sampai sebelum itu. Teruslah belajar dengan apapun, siapapun, di manapun dan kapanpun. Pintu rumahmu adalah rumah akhirat yang tak ada hentinya alias abadi, jika rumah kita sekarang di dunia hanya sementara BROO!

Zaman yang semakin memudahkan cara hidup manusia kini, sudah sangat perlu untuk dihayati di mana baik buruknya. Mengapa demikian karena untuk masuk GERBANG ABADI harus melewati hidup di dunia ini. Jika zaman kini semua sendi kehidupan manusia menggunakan teknologi canggih maka akan sangat berbeda dengan 50 tahun bahkan 20 tahun yang lalu misal adanya telepon seluler, smartphone dengan mudahnya manusia kini untuk berhubungan sesama manusia cukup di genggaman tangan. Waah hebaaaat.

Baik buruknya kemudahan itu harus dipahami apa dampak positif dan negatifnya. Dengan mencari asal muasalnya sesuatu dapat menemukan kebaikan dan keburukannya. Jika dahulu ingin bertemu seseorang harus mendatangi rumahnya, kini cukup menggeser jari di manapun anda berada spontan bisa menemui teman. Kesabaran dan kesopanan orang zaman kini berkurang dengan dimudahkan oleh smartphone di genggamannya.

Jaman yang sangat bagus dan mudah harus dicari akibatnya supaya tetap bisa ditunggangi manusia untuk menuju kehidupan abadi dan diridhoi ILLAHI  jangan sebaliknya.
Gangsaljan


Penulis : Zen Muttaqin

No comments:

Powered by Blogger.