Ads Top

Gelas

Terbit dari perasaan yang memang kosong, kemudian menjalar menjadi sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang kadang tidak bisa dijawab dalam sehari, setahun, bahkan sepanjang hidup. Pertanyaan yang terus berkembang dari saat menjadi masa, kemudian berputar waktu untuk kembali menjadi pertanyaan. Ditemukan jawaban baru, kemudian menemukan fakta bahwa jawaban itu salah, dan tak ada yang lain kecuali pertanyaan yang baru lagi.

Dalam balutan pertanyaan baru, akan ada usaha untuk menemukan jawaban sementara dari pertanyaan yang tertanam. Menganalisa jawaban yang ditemukan, kemudian menyatukan dalam hipotesa dalam pengujian melalui pembuktian-pembuktian yang harus dilakukan. Bukti-bukti yang terkumpul bukanlah jawaban dari pertanyaan yang mengemuka, namun hanya sarana menyimpulkan bahwa jawaban itu memang ada.

Saat jawaban bisa diyakinkan, maka tak lain sebuah biji kecil yang mulai bertunas. Mengembang dan bertumbuh sembari mencari pupuk-pupuk dengan pembuktian baru. Saat pohon telah mulai rindang akan ada yang mulai menikmati dinginnya naungan daunnya, ada yang menunggu saat berbunganya, atau menanti tiba berbuahnya. Setinggi dan sebesar apapun pohon tak akan menjadi hal yang luput dari terpaan angin dan hujan bahkan badai yang besar. Hanya akar yang kuat yang mampu menahan ujian topan dan halimun. Akar yang kuat tak akan bisa ada tanpa adanya tanah yang mampu menyediakan unsur hara, unsur hara tak akan ada jika gersang selalu berkawan, dan gersang tak akan ada jika aliran-aliran air senantiasa mencukupi tanah.

Seumpama air, pertanyaan adalah hal yang mampu memberikan kesegaran baru, mampu memberikan semangat baru, dan suasana baru. Seumpama benda, pertanyaan adalah gelas yang menginginkan hal baru untuk mengisinya. Sehingga kita bisa tahu seberapa bermanfaat gelas tersebut.



Penulis: Modjo

No comments:

Powered by Blogger.