Ads Top

Gayengan Njingklak

Selamat datang di tahun 2018, tahun dimulainya hiruk pikuk yang lebih ramai dari tahun sebelumnya, tahun dimana dimulainya pergeseran pergeseran kemantapan bernegara, pergesekan pergesekan anak bangsa mulai muncul keluar. Dimulainya tugas para iblis untuk melaksanakan program kerjanya untuk membisiki kuping kuping warga negara Indonesia tentang pesan suci politik yang indah indah, manis seperti madu, visioner seakan akan representasi dari ke kun fayyakunan tuhan adalah hasil dari tangan tangan mereka.

Media saat ini mulai menebarkan kabar berita harapan dan perubahan, dari mulai media sosial yang tanpa batas di genggaman anda yang siap menemani dan menjadi petunjuk hidup dari awal pagi hingga mengantarmu tidur, lembar lembar koran majalah yang getol sekali mengabarkan keberhasilan pembangunan, sampai baliho diperempatan,dipasar pasar, dan gang gang kecil menuju rumah kita sudah siap menyambut wajah wajah baru.

Fenomena ini mulai dirasakan gaungnya sejak sekitar setahun yang lalu mungkin hingga 1 atau 2, 3, 4 tahun kedepan, kita tidak dapat menebak kapan selesainya hiruk pikuk ini, idealnya memang tidak usah ada, target terburuk ya mengurangi kadarnya. Bukan pesimis, semakin diikuti dan difahami kok tidak ada itikad menuju perbaikan yang ada justru percepatan ke arah disintegrasi antar sesama  anak bangsa yang minum dan makan dari tanah air yang sama, semakin meruncing pula perbedaan antara aku dan kamu, karena aku benar maka kamu salah, karena milikku indah maka milikmu buruk. Beberapa bulan terakhir, LP berpindah dari satu desa ke desa lain, bukan lain untuk belajar banyak tentang apa-apa yang ada di luar kita, belajar dari fenomena masyarakat dari segi apapun. Mulai dari budaya, sosiologis dan sisi lainnya yang tidak sengaja betul betul bisa kita ambil manfaatnya untuk kita pribadi dan anak cucu kelak.

Likuran Paseduluran edisi bulan ini akan diselenggarakan tanggal 27 Januari 2018, dimulai pukul 20.00WIB sampai selesai di dusun Jingklak Kecamatan Karanganyar Kebumen ini, kenapa kok di Dusun Jingklak? Karena ada fenomena menarik di dusun kecil ini, dimana mayoritas warganya beragama Islam taat bisa berdampingan dengan para frater frater dan romo romo yang mengajar di gereja besar Sananta Sela yang menjadi pusat pendidikan calon pendeta skala nasional selama puluhan tahun.

Dari keunikan cara bergaul bermasyarakat dan bersimbiosisnya warga di dusun Jingklak, banyak hal yang perlu kita gali disini. Maka kami mengajak anda semua untuk berkumpul melingkar mencari apa saja yang bisa kita cari sehingga aku dan kamu adalah kita, bahwa kita semua ada itikad baik untuk kebersamaan, seduluran, yang mau tak mau akhirnya kita patut  memakai ukuran cakrawala, bukan ukuran dunia sebagai batas aku dan engkau.



Penulis: Darwis Fauzi

No comments:

Powered by Blogger.