Ads Top

Berebut Kebenaran

"Apakah kalau saya salah, berarti kamu benar?" 

Kebenaran itu sangat relatif, parameternya sangat subyektif, apalagi jika yg menentukan kebenaran itu bukan orang yang teruji dan dijamin kebenarannya, tidak independent. 

Lebih baik merasa salah, sebab jika dalam sebuah komunitas anggota merasa benar apalagi merasa paling benar, maka potensi friksi yang mengarah perpecahan tidak bisa dihindari. Sikap sportif banyak ditunjukkan oleh banyak atlit pejuang dan para ksatria pendahulu kita. Itulah yg membangun kebersamaan, gotong royong dan persatuan. Mereka tidak merasa jumawa dan yang paling benar, tapi justru berani mengakui keunggulan lawan dan kawan, serta berani mengaku kesalahan dan kekurangannya.

Orang yang punya pengetahuan tentang kebenaran tanpa melaksankan penyelesaian konflik kebenaran, maka kehidupannya akan kurang bermakna.



Penulis: Suratno

No comments:

Powered by Blogger.