Ads Top

Belum Ada Judul?

Apakah Anda mengira membuat tulisan sejenis artikel, reportase, cerpen atau analogi maupun konotasi dan lain sejenisnya itu mudah? Jika demikian, mungkin Anda adalah penulis yang otaknya sangat penuh dengan keilmuan bahasa dan sastra yang tentu saja memiliki inspirasi tak terbatas pada suatu objek. Atau justru Anda hanya orang awam yang cenderung memandang hal tersebut adalah suatu hal yang sangat sulit?

Kepentingan orang menulis adalah agar orang lain mengetahui berbagai hal yang kita tulis. Jadi, bagaimana jika orang menulis untuk diri sendiri dan tidak perlu diketahui orang lain? Hal ini seperti catatan suatu momen sebagai syarat pengingat. Ada orang yang gemar memotivasi orang-orang untuk menulis. Meski fungsi menulis sangatlah banyak, namun dapat ditelaah kembali nantinya hasil penulisan itu untuk apa dan mengapa ada banyak tulisan yang tidak berguna.

Seorang pria yang duduk di sebelah bangku kuliah saya tidak pernah membawa buku atau laptop untuk mencatat materi yang diberikan oleh dosen, yang Ia bawa hanyalah sebatang bolpen di sakunya guna mengisi presensi. Berkat keanehan tersebut, setelah lama mengenalnya saya berpura-pura mendekatinya dengan menawarkan rokok sebagai isyarat pendekatan. Setelah beberapa tanya-jawab terjadi dan obrolan mulai asyik, ternyata profesinya adalah seorang penulis. Sontak saja saya sangat heran atas jawaban tersebut. Sangat tidak wajar bahwa seorang penulis tidak pernah mengisi esay atau catatan kecil, bahkan untuk meringkas materi kuliah.

Hubungan pertemanan kami yang semakin dekat menghidupkan suasana pembicaraan saat bertemu, mungkin karena kesukaan merokok di antara kami sama. Pada waktu itu saya bertanya menyinggung hal tersebut, “apa yang mendasari Anda untuk tidak menulis saat kuliah, bukankah Anda seorang penulis?”. Alasannya sangat simpel, “saya tidak mampu merasakan benar apa yang telah dosen sampaikan, sejak SD hingga saat ini saya adalah orang yang paling ngeyel tentang catatan yang diharuskan oleh guru, lagi pula dengan catatan-catatan itu daya ingat kita akan menurun karena telah terpaku oleh catatan”.

Belajar dari orang tak penting tersebut adalah meencoba mengubah kebiasaan kita menerka seseorang dari perilakunya. Betapa hebatnya seorang penulis yang tidak mempunyai catatan dan menulis di depan umum seperti tokoh favoritnya yaitu Arisco Talles

Apa yang penting dari sebuah tulisan? Apakah itu adalah hasil penjabaran judul? Lalu bagaimana jika saya menginginkan tulisan dari Anda tanpa judul atau tema yang menjadi pembatas lingkup tulisan Anda? Semoga nantinya Anda tidak berhenti berpikir dan akhirnya mematikan calon exekusi hasil pemikiran cemerlang Anda.

Tulisan adalah expresi bisu individu yang terdiri oleh rangkaian kata. Cukup itu saja syarat dalam menulis. Nantinya keunikan, keindahan atau fungsi aplikatif yang dapat diapresiasikan hasil dari tulisan itu yang menjadi salah satu salah satu jenis tulisan.

Yang sering terjadi adalah seseorang sangat takut tulisannya dibaca oleh orang lain. Beberapa alas an pendukungnya adalah urusan pribadi untuk orang yang sangat tertutup, keterbatasan ilmu sehingga tulisannya akan dirasa berlevel bawah dan tata bahasa yang belum baik. Adakah hukum yang membatasi mengenai tulisan? Maka, mengapa kita menyembunyikan tulisan kita? Buatlah tulisan apa saja, lalu sampaikan kepada media-media yang tepat salah satunya adalah redaksi Likuran Paseduluran yang membuka lebar pintu hasil karya tulisan dari Anda semua.


Penulis : Ado

No comments:

Powered by Blogger.