Ads Top

Ketemu Jodoh Saat Hujan (6)

“Jangan marah dong,besok makan enak lho kalau aku diterima”hiburnya sambil menjewer pipiku.

“Awwww...sakit”

“Biar semangat!aku pulang dulu ya Ras”pamitnya. Setelah dia pergi aku membanting tas di kasur lalu menjatuhkan diriku di atas tumpukan bantal. Jadi dia manfaatin aku cuma buat hal begitu doang. Bodoh banget sih aku merasa diperhatiin dia. Ternyata cowok sama aja. Ini pertama kalinya ada cowok yang seperti itu dalam hidupku. Sebenarnya apa kekuranganku ya?menurutku aku nggak jelek-jelek amat sih. Tak lama kemudian aku terlelap ke alam mimpi yang indah. Mimpi berpacaran dengan Bima.

    Hari berlalu dengan cepat. Aku duduk di beranda kontrakan dengan Ayu,tetanggaku.

“Kalau kamu suka kenapa juga nggak ngomong langsung”
kata Ayu.

“Yang bener aja..aku kan cewek masa harus nembak duluan”

“Yee..jaman sekarang itu cowok cewek nggak ada bedanya”

“Sorry ya..aku masih punya harga diri”
bantahku lagi.

“Kalau begitu aku kenalin cowok mau nggak,dia oke punya lho?”tawar Ayu.

“why not?”

Tiba-tiba ada sebuah motor menuju kontrakanku dan aku sangat mengenal pemilik motor itu. Aku dan Ayu berpandangan melihat cowok itu melepas helmnya. Ayu tersenyum lalu  dengan isyarat tangan dia pergi meninggalkanku. Aku memandang heran ke arah Bima. Suerrr...dia keren banget dengan baju yang aku pilihin kemarin. Bima tersenyum manis.

“Ngapain kamu datang ke kontrakan aku,bukannya hari ini kamu mau nembak gebetan kamu?”tanyaku heran. Dalam hati aku ingin berteriak,kenapa juga dia datang pas aku kucel gini trus pakai baju tidur lagi.

“He..he..aku takut banget nih!makanya aku ingin minta saran terakhir kamu”

“Saran apa lagi,kamu tuh udah oke masa nggak percaya diri mulu”
jawabku kesal.

“Kamu marah sama aku karena aku ngrepotin kamu mulu”tanya Bima. Aku hanya menyilangkan kedua tangan sambil mengernyitkan dahi. Biarpun nggak bilang namun terlihat dari ekspresi mukaku kalau aku bete banget.

“Kita keluar yuk”

“Kamu itu apa-apaan sih!katanya mau nembak cewek malah sok santai gitu,kamu tuh nyebelin banget tahu nggak! udah ngrepotin aku mulu trus sekarang bersikap seenaknya gini. Kamu tuh cowok macam apa sih”seruku mendadak emosi dan mendadak saja air mataku jatuh. Ya Ampun,apa yang telah barusan kukatakan. Aku saking cemburunya tanpa sadar mengatakan kata-kata yang sangat ingin kuucapkan.

“Rasty..maafin aku”
ucap Bima serba salah.

“Aku tuh udah bilang semua cewek nggak bakal nolak kamu dengan penampilan seperti itu...astaga!maaf aku jadi emosi”
ucapku sambil menyeka air mataku.

“Apa kamu termasuk semua cewek itu”tanya Bima pelan. Aku mendongkakkan muka dan memandangnya. Masih belum mengerti dengan ucapan Bima. Bima berjalan mendekatiku dan sangat dekat sekali saat ini hingga membuatku gugup.

“Aku memang selalu nggak pede dan takut sekali ditolak. Karena cewek itu benci dengan cowok yang tiba-tiba menyukainya. Kalau begitu aku harus gimana?”tanya Bima sambil memandangku. Aku terus menunduk tak berani menatapnya karena saat ini aku benar-benar terlihat kacau. Air mataku kenapa juga nggak berhenti-henti. Nggak bisa diajak kompromi banget sih. Tiba-tiba Bima meraih kedua tanganku. Ada aliran hangat yang menentramkan hatiku.

“ Aku menyukainya sejak pertama bertemu di hujan itu. Kalau mau aku mungkin sudah menembaknya saat itu juga namun dia mudah illfil dengan cowok yang baru dikenal. Aku selalu takut ditolak karena aku ini pengecut mungkin dengan menjadikan dia karibku aku bisa mendapatkan keberanian itu”
ucapnya panjang. Aku mendongkakkan wajah malu,menatapnya sebentar lalu menunduk lagi. Bima menarik kedua tanganku dan mencium punggung tanganku.

“Cewek itu adalah kamu,Ras!aku sungguh sangat menyukaimu...maukah kamu menerimaku menjadi pendamping hidupmu”

“...a..a...a..”ucapku terbata-bata. Entah senang atau bingung perasaan itu campur jadi satu dan aku tak bisa mengatakannya. Apakah saat ini aku sedang dilamar?Ya Allah..kejutan apa yang sedang engkau berikan untukku.

“Aku bukan lagi cowok yang baru dikenal kurasa!sudah ada hampir 1,5 bulan nih”

“Aku nggak tahu harus bilang apa,Bim!aku kaget dan juga bahagia”

“Aku tahu karena kamu bilang semua cewek nggak akan menolakku kan?termasuk dirimu”
goda Bima. Aku semakin tersenyum malu. Aku menyeka air mata bahagia ini dan pelan-pelan kugigit bibirku untuk menghilangkan tegangku.

“Jadi?”tanya Bima. Aku mengangguk pelan. Bima terlihat girang, dia memelukku lalu memutarkanku.

“Asyikkk!aku diterima...yeee”
seru Bima.

“Ha..ha..”tawaku. lalu dia menurunkanku.

“Kamu curang banget memanas-manasiku terus”rengekku.

“Keren kan?Aku tahu kamu cemburu saat aku bilang mau nembak cewek kan”kata Bima sambil menjewer pipiku.

“Aww...sakit”
rengekku. Bima memelukku lagi. Kami menatap bintang yang menjadi saksi cinta kami. Yah,begitulah akhir dari kisah itu. Sekarang aku benar-benar menemukan cinta yang indah. Semoga kami cepat menikah dan hidup bahagia. Hari-hariku pun akan terasa lebih indah dari sebelumnya.

                                                                         =SELESAI=



No comments:

Powered by Blogger.