Ads Top

Ketemu Jodoh Saat Hujan (4)

Aku menyetop angkutan umum. Dapat gebetan ganteng dan masa depan oke kenapa juga sih dia udah punya pacar. Kenapa nggak bilang udah punya anak sekalian. Awas aja kalau dia niat selingkuh. Sesampainya di kontrakan aku langsung ganti baju. Aku nggak peduli dengan kondisi kamar yang berantakan,maklumlah anak kontrakan emang suka seenaknya sendiri. Aku merebahkan badan karena capek pulang kerja. Tiba-tiba ponselku berdering. Nomer tak dikenal. Siapa ya?

“Halo?siapa nih”

“Udah nyampe rumah belum”tanya suara di seberang. Entah kenapa jantungku berdetak tak karuan mendengar suara Bima di telepon. Aku merasa sedang ditelpon seorang pacar. Antara senang dan sebal teringat dia udah punya pacar , tapi kalau berteman siapa juga boleh kan.

“Oh ya udah!kamu udah pulang”

“Iya ini juga baru nyampe, ganggu nggak nih”
tanya Bima.

“Nggak!ada perlu apa”


“Pengen nelpon aja,ya udah selamat malam”


Aku menutup telpon dan ngomel kesal. Biasanya kalau ketemu cowok dia bakalan sok-sok an PDKT  tapi Bima nggak. Mungkin dia nggak tertarik sama aku. Dia kan dokter,pasti dikelilingi perawat cantik-cantik. Aku juga bukan level dia,aku kan hanya lulusan SMA sedangkan dia sarjana.

    Kami semakin akrab karena sering nelpon dengan gaya Bima yang humoris. Ternyata kami seprinsip dan sejalan. Kurasa kami cocok satu sama lain,setidaknya itu menurutku namun hari berganti hari Bima tak mengontekku lagi. Entah karena apa. Malam mingguku kembali kelabu.

“Biip..biip..biip..”
suara ponselku berbunyi. Tanganku bergetar hendak mengangkatnya,adrenalinku naik turun melihat siapa yang nelpon. Padahal cuma teman kan?kenapa deg-degan begini.

“Haloo..Bim!kemana aja”sapaku.

“Wah,ternyata kau merindukanku ya”


“Pede banget sih”kataku tersenyum.

“Seminggu ini jadwal operasi padat jadi nggak sempat ngobrol sama kamu deh”

Dalam hati aku merasa senang ternyata dia ingin ngobrol sama aku.

“Lagi sibuk nggak nih?kalau nggak sibuk ketemuan yuk”

“A..a..aku nggak sibuk kok”jawabku gelagapan.

“Oke..kita ketemu di halte itu lagi aja”

“Ya udah,aku siap-siap dulu ya”ujarku senang. Dalam hati aku kegirangan. Aku tak pernah merasa sesenang ini ketemu cowok. Bahkan aku berencana memakai baju bagus buat ketemuan kali ini. Aku seperti ABG yang sedang jatuh cinta saja. Setelah cukup berpenampilan yang sederhana aku menuju halte bus itu lagi dan Bima ternyata udah nunggu di sana. Dengan malu-malu aku berjalan ke arahnya. Bima memperhatikan penampilanku dari atas ke bawah.

 bersambung ...
 


No comments:

Powered by Blogger.