Ads Top

Ketemu Jodoh Saat Hujan (2)

“Pulang kemana mbak?”tanya dia lagi. Aku menoleh mendengar pertanyaan pria yang emang sok akrab itu.

“Ya kerumahlah, masa ke sungai”jawabku seenaknya. Pria itu tertawa dan menampakkan lesung pipitnya yang indah.

“Kamu sendiri mau kemana?”
aku balik tanya.

“Pulang kerja tapi kayaknya telat nyampe rumah,hujannya lama ya”


“Kerja dimana?”tanyaku lagi.

“RS Indah Surya,kamu sendiri kerja apa kuliah”tanya dia lagi.

“Kerja di pabrik minuman”jawabku. Pria itu hanya mengangguk-anggukkan kepala. Aku melirik ke arahnya yang sedang mengirim pesan entah kemana,mungkin ke pacarnya. Atau malah ke istrinya di rumah.

“Namaku Bima,kamu?”
tanya dia sambil mengulurkan tangan. Dengan ragu aku menerimanya. Mungkin tak ada salahnya mengenalnya.

“Rasty!di RS bagian apa?”

“Asisten dokter,baru magang 6 bulan”jawabnya. Aku berdecak kagum. Dia orang yang hebat terlihat dari penampilannya yang bersih dan rapi.

“Aku tinggal di Tanjung Palay,lumayan dekat sih”kataku tiba-tiba.

“Oh..kalau aku di Blandang,baru pindah sih aslinya dari Jakarta”kata Bima.

“Berapa bersaudara?”

“6..aku anak ke 4”jawabnya. Lho kenapa aku jadi yang sok akrab gini.

“Udah nikah?”tanya Bima. Mendapat pertanyaan seperti itu aku ingin lari yang jauh. Aku malu menjawabnya. Lagian kenapa dia tiba-tiba nanya hal gituan. Aku paling benci ditanya soal gitu. Nanti dia pasti nanya alasannya juga.

“Kalau udah nikah aku pasti udah dijemput kali,Mas”jawabku malu. Bima memandangku sambil menyunggingkan senyum.

“Pacarnya?”tanya Bima. Ya Ampun,dia nanya kaya polisi aja. Nyebelin banget sih cowok ini. Tolong berhenti bertanya hal yang tak ingin kujawab dong. Tunggu!kenapa juga harus malu,kita nggak bakal ketemu lagi ini. Begitu hujan reda aku langsung pulang.

“Nggak ada!mana ada cowok yang mau sama cewek jelek kayak aku,kamu sih enak punya wajah ganteng pasti ceweknya banyak”


“Kamu tuh lucu,hargai dong apa yang Allah berikan untukmu!kamu tuh sempurna coba kalau matamu nggak ada satu pasti repot tuh”godanya. Aku tersenyum malu. Benar juga apa yang dikatakan Bima. Selama ini aku selalu menjelek-jelekkan badanku sendiri. Ya Allah maafkan hambamu ini.

“Emang cowok favoritmu seperti apa?”tanya Bima.

“Ya asal dia baik,rajin ibadah,nggak macam-macamlah..aku paling sebal sama cowok yang baru sehari kenal langsung nembak. Cowok apaan tuh murahan banget”

“Ha..ha..haa”tawa Bima lepas.

“Umurmu berapa?”
tanya Bima.

“24”

“Beda satu tahun dong sama aku,aku 25”
jawabnya. Tanpa terasa kami terlibat percakapan yang panjang. Bima orangnya asyik dan humoris. Adzan maghribpun berkumandang namun hujan tak kunjung berhenti. Bima berdiri sambil celingukan mencari sesuatu.

bersambung ...

No comments:

Powered by Blogger.