Ads Top

Ketemu Jodoh Saat Hujan (1)

          oleh : L. Kholis
    
Pantas saja Bogor dijuluki kota hujan. Sudah memasuki musim kemarau,namun masih sering diguyur hujan deras. Hampir tiap sore hujan turun,membasahi kota yang memiliki Kebun Raya ini. Aku sedang duduk di halte sambil menggosok-gosokkan telapak tangan untuk menghalau hawa dingin. Kulihat orang-orang berlarian mencari tempat berteduh karena mendadak turun hujan lebat. Aku memandang sepasang muda-mudi yang memakai payung sambil rangkulan. Aku mengerucutkan bibir karena kesal. Sesungguhnya aku suka merasa iri melihat orang yang lagi kasmaran. Kenapa mereka bisa seperti itu sedangkan aku nggak. Rasanya hidup ini nggak adil buatku. Aku jomblo mulu sejak menginjak bangku sekolah sampai sekarang kerja. Kalau ketemu cowok nggak pernah ada yang nyangkut di hati. Kalau nggak tampang,ya pekerjaannya. Aku tipe selektif dalam memilih cowok makanya nggak pernah punya pacar. Mendingan telat tapi dapat yang bener daripada gonta-ganti pacar tapi reject semua.

Oh ya perkenalkan namaku Rasty,umur 24,saat ini aku sedang mencari cinta sejati. Tak ada yang mau nikah sama aku meski aku ingin. Apa di luar sana banyak cewek yang senasib kayak aku ya. Pada akhirnya aku menjadi perawan tua yang banyak diomongin tetangga. Sebel deh,siapa juga yang mau bernasib seperti itu. Ya Tuhan...kapan Engkau akan mengabulkan doa-doaku. Aku ingin hidup bahagia dan ingin dicintai.

“Coba tadi bawa payung,aku udah nyampe rumah dari tadi”pekikku dalam hati. Aku menggerak-gerakkan kedua kaki maju mundur untuk menghilangkan bosan. Tiba-tiba ada seorang pengendara sepeda motor yang berhenti tepat di hadapanku. Dia terlihat sibuk membenahi dirinya yang basah kuyub karena kehujanan. Dia melepas helm dan jaketnya sambil mengelus-elus lengannya.

“Ganteng juga”pikirku.

“Mas,kalau parkir jangan di depan orang dong!menghalangi pemandangan” saranku mengingatkan. Pria itu hanya tersenyum kemudian menggerakkan motornya lebih ke depan. Pria itu duduk di dekatku lalu melepas sepatunya. Hujan makin bertambah lebat dan udara makin dingin.

“Jam berapa mbak?”tanya pria yang sok akrab itu.

“Setengah 5”jawabku ketus. Entah kenapa aku sama sekali nggak tertarik dengan pria di sebelahku ini. Biasanya kalau aku sedang sendiri terus ada pria di sebelahku aku sok akrab ingin kenalan gitu biarpun ujung-ujungnya pria tersebut udah nikahlah atau punya pacarlah. Makanya aku males ngeladenin lagi.

bersambung....

No comments:

Powered by Blogger.