Ads Top

Ilmu dan demi ilmu

Rasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”.

Perlu diketahui untuk kita (khususnya yang beragama islam) bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sebuah persepsi yang bagi sebagian orang beranggapan ilmu agama sebatas ritual ibadah saja.

Sebagai contoh sederhananya tentang kewajiban seorang muslim untuk shalat lima waktu dalam satu hari. Karna kewajiban inilah maka seorang muslim wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat supaya semakin hari dapat melaksanakan shalat yang minimal mendekati sempurna.

Ilmu agama adalah sebagian wasilah (perantara) untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib.

Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, “aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli.” Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.

Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan.

Dari manakah caranya mendapatkan ilmu-ilmu tersebut? Ya dari membaca & belajar. Membaca adalah pintu masuknya seseorang agar dapat mengetahui ruang ilmu. Membaca dalam hal ini bisa di persepsikan dengan membaca keadaan, situasi. Yang kemudian diperkuat dengan belajar. Belajar dari hal sederhana, pengalaman, bahkan sampai ke seseorang yang dianggap memiliki ilmu yang mumpuni di bidangnya.

No comments:

Powered by Blogger.