Ads Top

Intervensi Materialisme

Degradasi moral semakin tinggi. Hal-hal yang dahulu dianggap tabu karena menyimpang sekarang dianggap sebagai hal yang wajar atau lumrah. Nilai-nilai moral yang luhur semakin luntur. Manusia yang diangkat sebagai khalifah di bumi telah melakukan apa yang dikhawatirkan oleh malaikat, yaitu melakukan berbagai penyimpangan. Semakin pandai manusia maka semakin pandai pula ia melakukan keburukan, kejahatan ataupun penyimpangan.

Materialisme dan pragmatisme semakin menjauhkan manusia dari nilai-nilai luhur yang dimilikinya. Keadilan sosial menjadi sebuah tatanan teoritis tanpa ada sisi praksisnya. Progresivitas manusia hanya berhenti pada intelektual saja. Secara moral manusia mengalami kemunduran.

Keadilan semakin menjauh dan degradasi moral semakin meningkat. Itulah kalimat yang bisa saya ungkapkan atas pelajaran yang bisa saya ambil dari lingkungan di sekitar saya. Beberapa tahun lalu Si A adalah seorang gadis yang telah lulus SMA, setelah lulus dia hanya bantu-bantu usaha yang dijalankan ibunya, ia tidak mempunyai pekerjaan lain. Ia mempunyai seorang pacar yang secara materi ia belum mapan. Saat itu gadis tersebut berumur 18 tahun, karena degradasi moral yang tinggi maka terjadi sebuah hal yang tidak diinginkan, si A mengalami hamil diluar nikah. Sangsi sosial yang ia alami sangat tinggi, ia menjadi bahan pembicaraan orang banyak. Si B adalah seorang gadis yang masih kelas 2 SMA, ia juga mempunyai seorang pacar. Telah diketahui bahwa pergaulnya tidak terlalu baik, namun sama sekali tidak ada kontrol dari orang tuanya. Akhirnya ia mengalami hal yang sama dengan si A. Sangsi sosial yang ia terima juga sangat tinggi sama seperti si A. Si C seorang gadis yang dianggap sebagai orang pandai karena dia adalah seorang sarjana, ia sudah mempunyai pekerjaan ia juga sudah mempunyai seorang pacar. Hubungan mereka sudah cukup lama dan pacarnya pun tersebut sudah cukup mapan. Suatu hari ia mengalami hal yang sama dengan A dan B, yaitu hamil di luar nikah. Tetapi apa, perbedaanya adalah ia sama sekali tak mengalami sangsi sosial, masyarakat memandang bahwa kemapanan hidupnya membuat yang sebelumnya dianggap tabu, seperti kejadian si A dan si C ini dianggap hal yang lumrah atau biasa saja. Padahal yang terjadi terhadap si A, B, C mempunyai nilai yang sama yaitu berzina dan akhirnya hamil diluar nikah. Disini terlihat secara jelas pengaruh dari materialisme.

Dari beberapa kasus diatas diketahui bahwa degradasi moral bukan tergantung tinggi atau rendahnya pendidikan yang dicapai oleh seseoarang. Bahkan seorang sarjana pun tidak mampu membedakan mana yang baik dan seharusnya dilakukan, ataupun mana yang buruk yang tidak boleh dilakukan. Masyarakat hanya memandang ketika ia mampu membiayai hasil perbuatanya dianggap sebagai sesuatu yang sah. Padahal bukan disitu letak nilainya. Nilai-nilai suci dari qsebuah simbol pernikahan mulai terhapus.

Ada juga kasus yang sudah menjadi rahasia umum, yaitu kasus korupsi. Ketika seseorang mencuri ayam maka sangsi sosial yang ia terima sungguh sangat tinggi bahkan sampai pada pertaruhan nyawa, tetapi apa yang terjadi dengan para koruptor, kasusnya diulur-ulur sampai mendapat sebuah kesepakatan hukum yang tidak sepadan. Hal ini terjadi bukan semata-mata besar atau kecilnya kasus yang diperbuat tetapi sudut pandang masyarakat yang mulai dibelokkan oleh intervensi materialisme. Intervensi yang terjadi terus menerus ini semakin menggerus nilai-nilai moral luhur yang telah dibangun manusia mulai dari penciptaan awalnya sampai saat ini.

Agama kini hanya sebuah tatanan sosial yang banyak diperdebatkan secara teoritis tetapi setelah seseorang mampu membahasnya secara mendalam orang tersebut kembali menjauh dari nilai-nilai luhur agama. 


penulis : Dani Ismantoko

No comments:

Powered by Blogger.