Ads Top

Dinasti Komedian

MasyaAlloh negeri ini, perutku dikocok kocok betul oleh para petingginya, pemimpinnya, gedibalnya,sampai pada masyarataknya kelas dobol yang mbambung seperti saya ini juga dipaksa berakting lucu. Duh duuuh apa yang sedang dilakoni oleh kita semua sih? Khuznudhonya kita semua ini sedang dalam rangka akting,tapi kok natural sekali,sangat mendalami peran sampai benar benar saya ini tidak sadar bahwa saya sedang akting. Suudzonnya kita semua ini memang sudah benar benar dalam rangka melakoni lakon dengan skenario yang sangat buruk, pelakonan yang ditulis oleh sutradara pintar luar biasa itu.. tau to maksud saya siapa sutradaranya?yakin anda semua sudah tau.. kalo ndak tau ya akting lah kalo anda tau.. atau pura-pura tahu juga boleh lah

Jadi ingat cerita abu nawas diakhir hayatnya,ketika beliau berwasiat kepada ahli waris bahwa "jika saya meninggal nanti, dimakamku nanti tolong bikinkan aku gembok makamku yang lebih besar dari pintunya"
loh kenapa? "Iya,agar nanti jika ada orang yang mau berziarah kemakamku, orang itu sudah tersenyum dulu menertawakan makamku yang wagu itu".

Cerita itu dulu sangat lucu pada waktu kecil belum nalar belum mimpi basah. Semakin berjalannya waktu semakin sadar bahwa ditanah kita ini ada ribuan Abu Nawas, ratusan ribu, jutaan Abu Nawas mungkin. Cuma bedanya Abu Nawas yang disana menyampaikan hikmah-nikmahlewat leluconnya, Abu Nawas di negeri kita menguras nilai-nilai kelucuannya.
Ampun.. kenapa setan dinegeri ini sangat mahir berakting malaikat,sampai malaikat harus menciumi tangan setan karena kekaguman aktingnya. apalagi kurikulum akting ala setan sekarang dijadikan pelajaran wajib para malaikat.

Duh gusti,rencanamu apa sih, kok sepertinya engkau melepaskan supervisi di negeri ini, sudah kaku betul perut kita, sudah hampir pingsan kita ini.. sudah Duh Gusti.. Segera disudahi.. jikapun saya memang bagian dari dinasti komedian itu, saya rela engkau sudahi. Masalah kadar dan cara Engkau mensudahi ini semua, Engkaulah yang Maha Faham.

Di Likuran Paseduluran #32 yang jatuh pada Sabtu 25 November 2017 ini, mari kita terbahak-bahak bersama sampai air mata bisa menetes tanpa kita sadari, wabil khusus Indonesia, yang merupakan representasi cinta kami yang tak terhingga kepadamu dan para kekasihmu.


Penulis: Darwis F

No comments:

Powered by Blogger.